Home / Barito

Jumat, 26 Agustus 2022 - 11:30 WIB

KPPN Buntok Paparkan Kinerja Pelaksanaan APBN

Buntok,KaltengEkspres.com – Fiskal regional Wilayah kerja KPPN Buntok meliputi 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya merupakan seluruh anggaran pendapatan dan belanja pemerintah yang bersumber dari APBN .

Kinerja APBN Sampai dengan akhir Juli 2022, realisasi Pendapatan APBN di 4 Kabupaten Wilayah kerja KPPN Buntok mencapai Rp.526.69 miliar atau mengalami kenaikan sebesar Rp.172.22 M (48.6 persen, y-o-y). Kontributor utama atas tingginya pertumbuhan penerimaan tersebut berasal dari komponen penerimaan perpajakan, yaitu penerimaan PPh yang naik sebesar Rp.181.07 M (116.3 persen, y-o-y) dan Penerimaan PBB yang naik sebesar Rp.2.33 M (6.2 persen, y-o-y).

“Kenaikan PPh yang signifikan tersebut disokong oleh kenaikan penerimaan PPh 25/29 Badan akibat pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik serta dampak tingginya harga global komoditas kelapa sawit Crude Palm Oil (CPO) dan hasil tambang Batubara,” kata Plt Kepala Kantor KPPN Buntok Trianto kepada awak media Jum’at (26/8/2022).

Ia menjelaskan, pada penerimaan Bea Keluar, peningkatan signifikan tersebut didominasi oleh komoditas ekspor berupa Tambang Mineral (Bauxite) dan kenaikan harga global komoditas kelapa sawit (CPO). Namun demikian terdapat penurunan Bea Keluar secara bulanan sebesar 47% (m-to-m) disebabkan karena adanya kebijakan larangan ekspor CPO dari 20 April s.d 23 Mei 2022. Pada sisi penerimaan cukai diperoleh dari denda administrasi cukai. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kepatuhan pengguna jasa.

Baca Juga :  Dipergok Warga Curi Sarang Walet, Saolin Nyaris Dihakimi Massa

“Selanjutnya realisasi PNBP sampai dengan Juli 2022 mencapai Rp6,75 miliar atau mengalami kenaikan Rp2,33 miliar (52,7%, y-o-y). Pada Lingkup KPPN Buntok yaitu 4 Kabupaten tersebut tidak menangani penerimaan Bea Keluar dan Cukai, jadi secara regional untuk data tersebut dapat diketahui dari Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Ditambahkan Trianto, pada sisi lain, Kinerja Belanja APBN hingga Bulan Juli 2022 mencapai Rp2.045,48 miliar (46,5%). Belanja Kementerian Negara/ Lembaga (K/L) mencapai Rp243,06 miliar (57%) mengalami penurunan sebesar (4,7%). Adapun kontribusi setiap komponen belanja K/L yaitu: a. Belanja Pegawai mencapai Rp161,61 miliar (59,6%), b. Belanja Barang mencapai Rp78,63 miliar (52,2%), c. Belanja Modal mencapai Rp2,81 miliar (62,7%).

“Sedangkan, realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa mencapai Rp1.802,43 (45,4%) mengalami penurunan sebesar -8.5% (y-o-y). Kontribusi terbesar berasal dari penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) serta keberhasilan percepatan penyaluran Dana Desa sebesar Rp180,69 miliar (55%) mengalami kenaikan 1,4% dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp109,45 miliar (31,4%) atau naik 32,6%,” tambahnya.

Sementara untuk Pembiayaan UMKM Penyaluran KUR, Penyaluran KUR di Wilayah Kerja KPPN Buntok hingga 31 Juli 2022 telah tersalur sebesar Rp391,22 miliar kepada 7.188 Debitur.

Untuk Kabupaten Barito Utara menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar sebesar Rp166,21 miliar.

Baca Juga :  Mantap! Bumdes Desa Lehai Hasilkan PAD

Bila dilihat dari Bank Penyalur, BRI menjadi Penyalur utama KUR di Wilayah Kerja KPPN
Buntok dengan nilai penyaluran Rp279,58 miliar.

Berdasarkan Sektor Usaha, Penyaluran KUR tersalurkan sebesar Rp226,85 miliar kepada sektor perdagangan besar dan eceran .

Penyaluran UMi di wilayah kerja KPPN Buntok menunjukkan peningkatan

Bila di tahun 2021 hingga Bulan Juli Kredit Umi hanya tersalur sebesar Rp17 juta, di Tahun 2022 ini hingga Juli Kredit Umi telah tersalur sebesar Rp121,38 juta kepada 20 debitur.

Penyaluran Umi terbanyak terdapat di Kab. Barito Timur sebanyak 16 debitur sebesar Rp97,96 juta.

Pegadaian menjadi satu-satunya Penyalur kredit Umi di wilayah kerja KPPN Buntok, Pemerintah Daerah dapat menjalin kerjasama dengan PIP sebagai upaya memperluas penyaluran Kredit Umi melalui kerja sama program l Current Issue.

“Penyebaran kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan pada bulan Juli 2022, sehingga dapat mendorong peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat. Isu pandemi Covid-91 sudah tidak menjadi hambatan utama dalam pemulihan aktifitas perekonomian sehingga seluruh sektor dapat meningkatkan aktifitas ekonominya,”

“Hal ini menjadi momentum bagi Satker K/L dan Pemda untuk melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan secara masif,” tutupnya. (rif).

Disclaimer: Artikel ini di produksi oleh kaltengekspres.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab kaltengekspres.com.

Share :

Baca Juga

Barito

Warga Barsel Tewas Disengat Listrik

Barito

Simpan Sabu, Wanita Muda Ini Diringkus Polisi

Barito

Korlap TMMD Beri Arahan Kepada Para Babinsa

Barito

Dikira Diculik, Balita Berusia 2,5 Tahun Ternyata Tersesat di Hutan

Barito

Nota Kesepakatan KUA PPAS 2020 Barsel Ditandatangani

Barito

BPBD Barsel Bantu Korban Kebakaran Desa Damparan

Barito

BPN Barsel Serahkan 1.594 Sertifikat Warga

Barito

Dua Pasien Covid-19 Barsel Kembali Sembuh di RSJS