Lahan Tidur Jangan Dibiarkan

Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo.

PULANG PISAU, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) terus melakukan upaya agar perekonomian masyarakat terus membaik. Salah satunya melalui kolaborasi antara Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan industri pengolahan kayu terpadu.

Bupati Pulpis, H Edy Pratowo mengatakan, dalam konsep kolaborasi antara HTR dan industri pengolahan kayu terpadu ini, masyarakat yang memiliki lahan diberikan kesempatan untuk menanam yaitu kayu sengon. Baik melalui perorangan, koperasi maupun kelompok tani.

“Pabriknya sudah dibangun di Pulpis dan sekarang masih tahap penyelesaian. Kayu sengon tanaman masyarakat itu nantinya akan dijual di pabrik itu,” kata Edy, Selasa, 16 Febuari 2021.

Orang nomor satu di Pemkab Pulpis ini menambahkan, selama ini konsepnya masyarakat cuma disuruh menanam saja. Tetapi, bingung kemana harus dipasarkan hasil dari tanaman tersebut.

“Daerah kita sudah melakukan penjajakan dengan industri pengolahan kayu. Jadi ini kesempatan masyarakat,” ujar dia.

Edy mengungkapkan, kolaborasi antara HTR dan industri pengolahan kayu terpadu ini juga untuk memanfaatkan lahan-lahan masyarakat yang pada musim kemarau selalu terbakar. Maka, dengan ditanami sengon itu lahan tersebut bisa berfungsi.

“Masyarakat bisa menjaga, merawat dan memelihara lahan itu. Dari pada tidak difungsikan lebih baik ditanami sengon. Jadi hasilnya bisa dipanen satu, dua atau tiga tahun dan bisa untuk membantu perekonomian masyarakat yang bersangkutan,” ungkap Edy.

Bupati menjelaskan, konsep kolaborasi ini juga sekaligus untuk mengembalikan dan menjaga kelestarian hutan. Karena, tidak sedikit lahan yang menjadi gundul akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Secara tidak langsung lahan yang dulunya sering terbakar dirawat oleh masyarakat. Kalau yang sudah menanam karet silahkan jalan saja. Karena yang menampungnya juga ada,” tandasnya. (dar)

Berita Terkait