Home / Nasional

Sabtu, 7 November 2020 - 12:17 WIB

Ketua Satgas Imunisasi Sebut Pengunaan Vaksin Covid-19 Perhatikan Keamanan dan Mutu  

Ilustrasi net

Ilustrasi net

JAKARTA, KaltengEkspres.com – Pemerintah meyakini bahwa Indonesia saat ini sangat membutuhkan kehadiran vaksin Covid-19 guna mengatasi pandemi yang berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia. Rencana pemerintah dalam menghadirkan vaksin tersebut menuai sorotan masyarakat terutama di sisi keamanannya.

Terlebih lagi dalam situasi pandemi, menurut WHO diizinkan badan regulator setempat untuk mengeluarkan izin penggunaan darurat baik untuk obat, alat kesehatan  maupun vaksin atau dikenal dengan emergency use authorization (EUA) untuk mempercepat penanganan Covid-19.

Menjadi pertanyaan mengapa pemerintah perlu mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19?. Hal ini dikarenakan ada beberapa alasan mendasar bagi pemerintah untuk mengeluarkan izin penggunaan vaksin darurat, antara lain karena kondisi pandemi yang membutuhkan ketersediaan vaksin dengan cepat dan tidak ada atau terbatasnya pilihan vaksin untuk pencegahan penyakit yang menjadi pandemi.

Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita menjelaskan, semenjak pemerintah mendeklarasikan Indonesia terkena Pandemi Covid-19 pada ada awal Maret lalu, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat sampai saat ini.

Usaha untuk menurunkan atau memutus rantai penularanpun telah dilaksanakan. Namun masyarakat masih banyak yang tidak patuh melaksanakan protokol kesehatan, sehingga masih senang berkumpul dan tidak menghindari kerumunan. Karena itu, dibutuhkan usaha lain untuk mengurangi transmisi virus yaitu dengan vaksin.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Penjual Rapid Antigen Ilegal

Indonesia membutuhkan vaksin untuk melindungi rakyatnya terhadap penularan virus SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan Covid-19. “Secara normal pengembangan suatu vaksin baru memerlukan waktu lama, namun WHO memperbolehkan adanya percepatan pengembangan vaksin COVID-19 karena kebutuhan yang mendesak saat pandemi,“ ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini.

Sebagaimana telah disebutkan, salah satu cara percepatan yang diperbolehkan adalah dengan adanya Izin Penggunaan Darurat atau EUA, “Izin itu diberikan oleh badan regulator di negara masing-masing, untuk Indonesia itu berarti Badan POM. Penting diketahui juga persetujuan darurat itu hanya untuk pemakaian terbatas di saat pandemi dan EUA bukanlah izin edar. Tentunya EUA harus perhatikan aspek keamanan, khasiat dan mutu,“ urai Cissy.

Cissy menambahkan, bahwa Izin Penggunaan Darurat yang diberikan oleh badan regulator harus mempertimbangkan rasio kemanfaatan dan risiko, berdasarkan seluruh data mutu, non klinik dan klinik serta risiko kondisi kesehatan masyarakat yang ditimbulkan penyakit. Selain itu juga data uji klinik untuk memastikan keamanan dan khasiat serta mutu vaksin untuk digunakan masyarakat.

Baca Juga :  Bawa Kabur Truk, Sopir Ekspedisi Dibekuk Polisi

“Menurut WHO syarat sebuah vaksin dapat diberikan EUA adalah minimal 50 persen relawan sudah divaksinasi secara penuh dan terus dipantau selama 3 bulan setelah suntikan terakhir. Hal tersebut juga berlaku untuk vaksin jadi yang diimpor,“ imbuh Prof Cissy melalui pesan singkat.

Sebegaimana diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas Deputi I BPOM Togi Hutadjulu menjelaskan, bahwa pengambilan keputusan pemberian izin penggunaan darurat harus dilakukan dengan pertimbangan kemanfaatan yang lebih tinggi dari resikonya.

Keputusan diambil berdasarkan hasil evaluasi data keamanan dan khasiat vaksin. Proses evaluasi keamanan dan khasiat kandidat vaksin melibatkan Tim Komite Nasional Penilai Obat yang terdiri atas para ahli farmakologi, klinisi, dan pakar bidang terkait lain. Jika berdasarkan hasil evaluasi vaksin dinyatakan telah memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu, maka BPOM dapat memberikan persetujuan penggunaan kategori EUA. (adv)

Share :

Baca Juga

Nasional

Seorang Pria di Ternate Sekap Ibu dan Anak

Nasional

Bayar Iuran JKN-KIS Makin Praktis dengan Autodebit

Nasional

Tiga Anggota KKB Menyerahkan Diri

Nasional

Komplotan Keluarga Curanmor Dibekuk Polisi

Nasional

Bos Investasi Bodong EDCCash Dibekuk Polisi

Nasional

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Penyalahgunaan Izin Zat Radioaktif

Nasional

Basarnas Pastikan Sriwijaya Air Jatuh di Perairan Pulau Seribu

Nasional

Kilang Minyak Pertamina Berkobar
error: Content is protected !!