Home / Nasional

Jumat, 9 Oktober 2020 - 19:57 WIB

Tujuh Jurnalis Jakarta Alami Kekerasan Saat Meliput Unjuk Rasa Omnibus Law

Salah seorang jurnalis yang mengalami kekerasan saat meliput unjuk rasa omnibus law di Jakarta.

Salah seorang jurnalis yang mengalami kekerasan saat meliput unjuk rasa omnibus law di Jakarta.

JAKARTA, KaltengEkspres.com – Aliansi Jurnalis Independen Jakarta dan LBH Pers mencatat ada tujuh jurnalis menjadi korban kekerasan anggota Polri dalam unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di Jakarta. Asnil Bambani, Ketua AJI Jakarta mengatakan, jumlah ini bisa bertambah dan masih terus menelusuri dan memverifikasi perkara.

Ia menyebutkan bahwa Jurnalis CNNIndonesia.com, Tohirin mengaku kepalanya dipukul dan ponselnya dihancurkan polisi ketika ia meliput demonstran yang ditangkap kemudian dibogem di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Ketika itu dia tak memotret atau merekam perlakuan itu.

“Polisi tak percaya kesaksiannya, lantas merampas dan memeriksa galeri ponselnya. Polisi marah ketika melihat foto aparat memiting demonstran. Akibatnya, gawai yang ia gunakan sebagai alat liputan itu dibanting hingga hancur, maka seluruh data liputannya turut rusak,” kata Asnil, Jumat (09/10/2020).

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tangkap 4 Orang Pelaku Pembunuh WNA Taiwan

Sementara itu Peter Rotti, wartawan Suara.com yang meliput di daerah Thamrin, juga jadi sasaran polisi. Ia merekam polisi yang diduga mengeroyok demonstran. Sontak terduga seorang polisi berpakaian sipil serba hitam dan anggota Brimob menghampirinya. Aparat meminta kamera pemuda itu, namun Peter menolak lantaran bahwa ia jurnalis yang resmi meliput.

“Polisi menolak pengakuan Peter, lantas merampas kameranya. Peter diseret, dipukul, dan ditendang gerombolan polisi itu, hingga tangan dan pelipisnya memar,” ujarnya.

Ponco Sulaksono, jurnalis dari merahputih.com turut jadi sasaran amuk polisi. Dia ‘hilang’ beberapa jam, sebelum akhirnya diketahui kalau ia dibekuk aparat dan ditahan di Polda Metro Jaya. Aldi, jurnalis Radar Depok sempat merekam momen Ponco keluar dari mobil tahanan. Aldi bersitegang dengan polisi, nahas ia turut diciduk.

Baca Juga :  Hari Ini Bupati Kotim Dijadwalkan Diperiksa KPK

Polisi tak segan pula menangkap pers mahasiswa yang turut meliput aksi. Berthy Johnry (Anggota Lembaga Pers Mahasiswa Diamma Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta). Syarifah, Amalia (anggota Perslima Universitas Pendidikan Indonesia Bandung), Ajeng Putri, Dharmajati, Muhammad Ahsan (anggota Pers Mahasiswa Gema Politeknik Negeri Jakarta) bernasib sama.

“Mereka ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya bersama massa aksi lainnya. AJI Jakarta dan LBH Pers menegaskan penganiayaan oleh polisi serta menghalangi kerja jurnalis merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” tuturnya. (tu)

Share :

Baca Juga

Nasional

Bawa Kabur Truk, Sopir Ekspedisi Dibekuk Polisi

Nasional

Pelaku Bom Bunuh Diri Diduga Dua Orang

Nasional

Polisi Bongkar Sindikat Pembuat Upal Dolar AS

Nasional

Teror Bom Bunuh Diri Guncang Makassar

Nasional

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung 

Nasional

Enam Komplotan Penjual Senpi Ilegal Diringkus Polisi

Nasional

Perpres Komite Penanganan Covid-19 Jangan Hanya Jadi Pepesan Kosong

Nasional

Penyelundupan 42 Kg Sabu Digagalkan Polisi
error: Content is protected !!