Home / Hukum Kriminal / Metro Palangka Raya

Senin, 19 Oktober 2020 - 19:55 WIB

Polda Kalteng Tangkap Mafia Tanah, Masyarakat Berterima Kasih

Kuasa hukum Rusli Kliwon (Baju Putih) dan masyarakat dan kelompok tani Kelurahan Kalampangan. Foto : Am

Kuasa hukum Rusli Kliwon (Baju Putih) dan masyarakat dan kelompok tani Kelurahan Kalampangan. Foto : Am

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Kelompok Tani Jadi Makmur dan Masyarakat Kelampangan berterima kasih kepada petugas Subdit ll Harda dari Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Tengah lantaran telah membekuk seorang yang diduga mafia tanah.

Pelaku bernama Al dilaporkan masyarakat ke Polda Kalteng dengan kasus mengklaim tanah milik masyarakat, kelompok tani, tanah transmigrasi pada tahun 1980 yang ada di wilayah Kelampangan.

Pelaku ini resmi dilaporkan pada, 7 Februari 2020 lalu dan ditindak lanjuti dengan serius Kepolisian Polda Kalteng bahkan sampai ke Mabes Polri dan menjadi atensi Pimpinan.

Kuasa hukum Kelompok tani dan masyarakat Rusli Kliwon menjelaskan, bahwa kasus ini telah ditindak lanjuti sejak 15 Oktober 2020 dan kini sudah dinyatakan cukup berkas atau P21 dan akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Jadi yang diklaim oleh pelaku ini ada di tiga Kelurahan yakni Kelampangan, Bereng Bengkel dan Kameloh Baru yang luasnya dari Sungai Sebangau sampai ke Sungai Kahayan,” kata Rusli Kliwon, Senin (19/10/2020) Sore.

Baca Juga :  Tim ERP Tangkap King Kobra Berbisa

Atas perbuatan pelaku ini membuat sejumlah masyarakat di Kelampangan merasa resah. Karena pelaku juga memalsukan surat tanah dan tanah masyarakat yang resmi bersertifikat yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri juga turut diklaim pelaku.

“Kita lakukan pengecekan dengan mengumpulkan masyarakat serta kelompok tani ternyata surat yang dibuat pelaku untuk digunakan mengklaim tanah ada kejanggalan,” beber Rusli Kliwon.

Adapun kejanggalan itu berupa cap, nomor registrasi, tanda tangan, kode registrasi kelurahan. Atas adanya kejanggalan tersebut pelaku langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Polda Kalteng.

“Dari kejanggalan itu kami sudah curiga bahkan tanda tangan camat yang dulu juga di palsukan,” pungkasnya.

Dijelaskannya Rusli Kliwon, beberapa Hektare tanah yang sempat diklaim oleh tersangka sempat dijual dengan harga Rp5 – Rp. 15 juta per Hektare. Ia menjual kepada warga luar Kalimantan. Seperti, Lampung, Sulawesi, berdasarkan surat kwitansi palsu.

Baca Juga :  Waspada! Varian Baru Virus Corona         

Pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dan informasinya sudah ditahan dan serta dilimpahkan ke Kejati Kalteng dan kasus ini penangananya sangat cepat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Jajaran Kepolisian Polda Kalteng atas penanganan kasus ini dan cara kerja juga sangat profesional dalam memberantas mafia tanah,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini Ketua kelompok tani Jadi Makmur Cipto Wiharjo, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kepolisian setempat yang segera memproses masalah tersebut.

“Kami dari masyarakat kelampangan dan kelompok tani mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Kalteng dan jajarannya serta tidak lupa Kepala BPN secara serius menangani laporan ini dan tidak ada lagi orang usil menggangu tanah milik masyarakat,” tandasnya. (Am)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Sosialisasi ke Masyarakat, Tim Saber Pungli Kalteng Gandeng Media dan Videotron

Metro Palangka Raya

Kuat Dugaan Sulastri Tewas karena Sakit

Hukum Kriminal

Pria Bertato di Leher Nyaris Tewas Dibacok

DPRD Kota

Dewan Dorong Penyaluran KUBE Diawasi

Metro Palangka Raya

Mantan Pegawai Koperasi Tiduri Nasabahnya

Metro Palangka Raya

Pelaku Penipuan Modus Jual-Beli Tabung Gas Diringkus Polisi

DPRD Kota

Dewan Usul Pencabutan Dua Raperda Inisiatif

Metro Palangka Raya

Besok, KPU Kota Rekapitulasi Surat Suara