



BANJARMASIN, KaltengEkspres.com – Ada hal yang terlihat berbeda saat pendaftaran pasangan Haji Denny-Difri (H2D) di KPU Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Sabtu (5/9/2020), yaitu adanya dukungan komunitas masyarakat hukum adat Dayak yang mengiringi pasangan H2D dengan pakaian khas Dayak meratus.
Dukungan masyarakat adat kepada H2D yang hadir langsung di KPU Kalsel cukup menyita perhatian warga maupun puluhan wartawan yang mengabadikan kehadiran mereka.
“Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga Basengat Ka’Jubata,” pekik warga Dayak tersebut.
Secara harfiah arti kalimat ini adalah Adil kepada sesama, bercermin hidup ke surga dan mengingat kepada Tuhan yang kuasa. Kalimat ini adalah semboyan dan salam masyarakat adat Dayak sebagai penduduk asli Kalimantan (Borneo)
Pekikan relawan masyarakat adat Dayak tersebut menyambut pasangan Cagub dan Cawagub Haji Denny-Difri {H2D) keluar dari ruangan KPU seusai pendaftaran secara resmi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilgub Kalsel 2020.
Yulita Lestiawati selaku Koordinator Relawan Sayap Masyarakat Adat H2D mengatakan, bahwa masyarakat adat Kalsel menaruh harapan besar kepada pasangan Haji Denni-Difri untuk memperjuangkan masyarakat adat mendapatkan pengakuan dan perlindungan melalui regulasi daerah (Perda Adat) di Provinsi Kalsel.
“Perda Adat telah lama diperjuangkan oleh masyarakat adat baik melalui jalur legislatif dan eksekutif, namun tak kunjung ada. Perda Adat ada di dalam visi misi H2D yang diserahkan ke KPU hari ini.” tukas Yulita.
Sementara itu tokoh masyarakat adat Dayak, Alimun “Datu Baduk” mewakili masyarakat adat yang ada di Kalsel berharap agar pasangan H2D memenangkan pilgub ini karena secara nyata memperjuangkan dan mengakomodir hak dan perlindungan masyarakat hukum adat.
“Terima kasih sudah memasukan perda adat dalam visi misi H2D.” tandas Alimun Datu Baduk.(yan/rif).