Home / Nasional

Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:53 WIB

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Penyalahgunaan Izin Zat Radioaktif

Devisi Humas Mabes Polri saat mengekspos kasus  penyalahgunaan izin zat radioaktif, Kamis (13/8).

Devisi Humas Mabes Polri saat mengekspos kasus penyalahgunaan izin zat radioaktif, Kamis (13/8).

JAKARTA, KaltengEkspres.com – Kasubdit 2 Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Kombes Wishnu Hermawan Februanto menyebut, bahwa Polri bersama Batan dan Bapeten melakukan penyelidikan terhadap dua perusahaan yaitu Koperasi Jasa Keselamatan Radiasi dan Lingkungan (JKRL) dan PT Indonesia Power Unit Pembangkit Suralaya.

Penyelidikan ini dikarenakan adanya dugaan penggunaan zat radioaktif oleh dua perusahaan itu. Atas penyelidikan tersebut, 3 orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi tersangkanya ada tiga. Satu (tersangka) dari Indonesia Power dan 2 (lainnya) dari JKRL,” kata Kombes Wishnu Hermawan di Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Wishnu membeberkan, awal kasus ini bermula saat Bapeten melakukan penelusuran ke PT Indonesia Power Unit Pembangkit Suralaya karena zat radioaktif yang di perusahaan tersebut sudah kadaluarsa. Dari penelusuran, ditemukan bahwa limbah yang dimiliki perusahaan ini sudah dilimpahkan ke JKRL.

Baca Juga :  Pemerintah Tolak Sahkan KLB Kubu Moeldoko

Bapeten datang ke tempat JKRL untuk memastikan hal tersebut. Namun, radioaktif milik PT Indonesia Power telah dipindahkan ke rumah salah satu pelaku yang merupakan pegawai teknisi Koperasi JKRL.

Sidak pun dilakukan dan ditemukan zat radioaktif PT Indonesia Power benar berada di tempat pelaku. Zat radioaktif ini pun diambil Bapaten. Berperan kemudian menggandeng Polri untuk melakukan penyelidikan.

“Jadi terkait dengan bahan-bahan yang berzat tinggi tanpa izin dapat kena tindak pidana, ya,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan tersebut, koperasi JKRL tidak memiliki izin pembongkaran, pengangkutan, pengalihan, dan penyimpanan pelimbahan. Lokasi penyimpanan zat radioaktif yang dimiliki JKRL pun bukan instalasi nuklir.

Sedangkan untuk PT Indonesia Power Unit Pembangkit Suralaya, tidak memberikan limbah radioaktifnya ke PTLR Batan. Perusahaan ini pun, lanjutnya, tak mengurus izin pelimbahannya.

Baca Juga :  Ini Alasan KPK Belum Tahan Bupati Kotim

“Bahwa bagi perusahaan-perusahaan di negara Indonesia ini yang menggunakan atau memanfaatkan bahan radioaktif wajib memiliki izin, baik penyimpanan penggunaan, bahkan pelimbahannya,” jelasnya.

Polri pun menyita sejumlah barang bukti barang bukti berupa 2 zat radioaktif Cs-137, 3 zat radioaktif Cf-252, surat Keterangan/Izin Pemanfaatan Tenaga Nuklir (KTUN) 5 sumber zat radioaktif, Fc surat perintah kerja PT Indo Power Unit Pembangkit Suralaya ke Korporasi JKRL, surat tugas JKRL untuk pengambilan 5 sumber zat radioaktif, dan laporan hasil inspeksi Bapeten di Koperasi JKRL.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 43 ayat 1 dan Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dengan ancaman hukuman denda pidana paling banyak Rp 100 juta. (tu)

Share :

Baca Juga

Nasional

Perpres Komite Penanganan Covid-19 Jangan Hanya Jadi Pepesan Kosong

Nasional

Peredaran 200 Kilogram Sabu Digagalkan Polisi

Nasional

Ledakan Pabrik Balon Gas di Depok Tewaskan Satu Orang, Dua Luka Berat

Nasional

Tiga Komplotan Pencuri Sepeda Diringkus Polisi

Nasional

Polisi Tangkap Pembunuh Wanita di Apartemen Depok 

Nasional

Teror Bom Bunuh Diri Guncang Makassar

Nasional

Wakapolri Tinjau Pelayanan Arus Mudik

Nasional

Polisi Tangkap Pengedar Ribuan Butir Pil Hexymer Ilegal
error: Content is protected !!