Home / Barito

Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:37 WIB

Keluarga Bawoy Udung Pertanyakan Status Tanah HGU PT BCL

Tamiang Layang,KaltengEkspres.com – Tim tanah ulayat Kabupaten Barito Timur (Bartim) telah melakukan pemasangan spanduk di lokasi Tanah 565 Hektare Milik Ulayat Keluarga Bawoy Udung yang kini telah berubah menjadi kebun PT. Bhadra Cemerlang Lestari (PT BCL ).

“Kita telah melakukan pemasangan spanduk yang dibentangkan di lokasi tanah milik ulayat berdasarkan SKT Camat PPAT No: 593.3/8/Ek. tanggal 23 – 8 – 2006 dan SKTA Damang Kepala Adat Benua Lima No : 068/DKA/BL – PT/ T. 2011,” kata Robert G Rana kepada awak media di kediamannya Jumat (21/8/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan SKT Camat selaku PPAT dan SKTA Damang Kepala Adat Banua Lima seluas 565 hektare itu, masih dimilik pihak keluarga Bawoy Udung.

“Karena saat ini berubah menjadi kebun PT. Bhadra Cemerlang Lestari (PT BCL ), dan Tanah Bawoy Udung ditanami kelapa sawit tanpa melalui ganti rugi atau pelepasan hak se hingga keberadaan HGU PT, Bhadra Cemerlang yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dipertanyakan oleh keluarga besar Bawoy udung,” katanya.

Baca Juga :  Perkelahian Berdarah, Dua Orang Pengeroyok Tumbang Dibacok

Dirinya juga menjelaskan, sebagai bentuk protes keluarga Bawoy Udung kepada HGU PT. BCL, pihak keluarga memasang spanduk diareal lokasi tanaman sawit PT. BCL dan sekaligus mempertanyakan dasar apa dan jika ada bukti mana untuk diperlihatkan kepada pihaknya.

Kemudian ia juga menambahkan, bahwa tanah ulayat Bawoy Udung sudah ditinjau dan diinventarisasi oleh Damang Kepala Adat Benua Lima era Awil Denes, dan dilanjutkan oleh Damang Kepala Adat era Damang Radang Kuba dan terakhir ditinjau lagi oleh Damang Rudek Udir.

“Kami dari turunan Bawoy Udung belum pernah tahu adanya PT. BCL membebaskan lahan tersebut. Kami berharap para investor bila ingin berinvestasi harus seijin dulu dengan kami selaku pemilik tanah ulayat,” ucap Robet G Rana

Agar permasalahan ini bisa secepatnya tuntas beber Robert, pihaknya telah mengajukan untuk dilakukan RDP ke DPRD Barito Timur (Bartim) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait tanah ulayat dengan HGU PT. BCL.

Baca Juga :  Empat Kademangan Adat Bartim Panggil Pemilik Akun J

“Untuk itu, kami masih menunggu informasi yang diagendakan oleh DPRD sembari berharap bantuan Pemerintah Daerah setempat untuk menyelesaikan permasalahan, supaya kami sebagai pemilik tanah tidak kehilangan hak akibat ada tanaman sawit PT. BCL,diatas tanah ulayat yang kami miliki,” jelas Robert.

Penjelasan lainnya juga diutarakan salah satu anggota tim kedamangan berdasarkan sk tahun 2007 yaitu Mardianto, dimana menyangkut kepemilikan tanah adat tersebut memang benar karna berdasarkan SKTA damang benua lima dengan luasan 565 ha

“Kita mengetahui memenag benar bahwa kepemilikan tanah adat tersebut memang benar karna berdasarkan SKTA damang benua lima dengan luasan 565 ha,” jelasnya

sementara itu saat awak media mempertanyakan Informasi dari pihak CDO melalui manejer humasnya PT.BCL Budi bahwa pihaknya belum bisa memberi tanggapan.

“Maaf saat ini kita belum bisa memberi tanggapan terkat hal ini,” jelasnya. (bin/rif).

Share :

Baca Juga

Barito

Wartawan Pantau Langsung Kegiatan TMMD 109 Kodim Buntok

Barito

Sadis!! Tebas Tangan Warga, Honorer di Barsel Diringkus Polisi

Barito

Kapolres Baru Barsel Disambut Tradisi Adat Potong Pantan

Barito

Cegah Adanya Prajurit Indisipliner, Personil Provost Diterjunkan

Barito

Banwaslu Barsel Libatkan Masyarakat Awasi Pemilu

Barito

Disdik Barut Pecat Satu ASN dan Honorer Tahun Ini

Barito

Satgas TMMD Bantu Peternak Beri Umpan Ayam

Barito

Tim Kampanye dan Relawan Sugianto – Edy Pratowo di Barsel Dikukuhkan