Home / Metro Palangka Raya

Senin, 3 Agustus 2020 - 14:42 WIB

Bapak Meninggal Dunia Ibu di Penjara Wanita Cacat Hidup Sebatang Kara

Seorang warga Kota Palangka Raya yang mengalami keterbatasan hidup sebatang kara dan hidup dari belas kasihan tetangga. Foto : Am

Seorang warga Kota Palangka Raya yang mengalami keterbatasan hidup sebatang kara dan hidup dari belas kasihan tetangga. Foto : Am

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Seorang wanita bernama Saidah (25) harus menjalani hidup sebatang kara. Ia tinggal di sebuah barak di Jalan RTA Milono Km 5 Kota Palangka Raya.

Tak sebatas itu. Wanita yang sejak kecil sudah mengalami cacat fisik dari lahir ini harus bertahan hidup dengan berbelas kasihan tetangga sekitar.

Ditengah keterbatasan fisik yang dideritanya selama ini kini harus menanggung kesedihan lantaran ibu tercintanya tersandung kasus dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Polresta Palangka Raya. Sedangkan bapaknya sudah meninggal dunia sejak tahun 2015 lalu.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Diminta Manfaatkan Media Sosial

Dewi Ayu (35) seorang anak dari pemilik barak yang ditinggali Saidah kini harus membagi tugas selain mengurus rumah tangganya, kini juga harus menjaga Saidah sudah sejak sebulan terakhir ini.

“Saya dan tetangga barak secara bergantian mengurus Saidah sejak ibunya ditahan di Polresta Palangka Raya,” kata Dewi.

Dewi menuturkan, untuk perlengkapan dan keperluan kehidupan sehari-hari Saidah saat ini ditanggung oleh para tetangga dengan cara patungan yakni untuk membeli beras, pempers dan keperluan lainnya.

Dalam keadaan berbicara yang kurang normal Saidah mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan Gubernur H. Sugianto Sabran dan Bapak Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Dedi Prasetyo.

Baca Juga :  Keberadaan Klaster Gowa Masih Mengancam Warga Kalteng

“Saya ingin bertemu dengan pak Gubernur dan Pak Kapolda agar melihat kondisi dan keadaannya saat ini,” kata Saidah.

Tidak hanya sekedar bertemu Saidah juga berharap bisa dibawa ke Panti sosial karena dirinya perlu perlakuan dan perawatan khusus, karena saat ini dirinya menjalani hidup sebatang kara.

“Saya mohon bantuan kepada pak Gubernur dan Pak Kapolda karena saat ini saya hidup sendiri dan ibu di penjara serta bapak sudah meninggal dunia,” tuturnya. (Am)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Tim Gabungan Razia Sejumlah Kafe

Metro Palangka Raya

Mahasiswa UPR Diharapkan Lebih Kreatif di Era Globalisasi

DPRD Kota

Dewan Minta Pemko Kembangkan Wisata Edukasi

DPRD Kota

ASN Perlu Dibekali Pelatihan Wirausaha

DPRD Kota

Dewan Desak Segera Tetapkan Status Darurat Asap

Metro Palangka Raya

Bawa Sabu, Dua Warga Kuala Kapuas Disergap Polisi

DPRD Kota

Legislator Kota Dorong Serapan PAD Sektor Pariwisata Dimaksimalkan

Metro Palangka Raya

Jatuh Saat Ngebut, Seorang Remaja Luka Parah