Home / Metro Palangka Raya

Rabu, 10 Juni 2020 - 16:03 WIB

Pedagang Menolak Penutupan Pasar Besar Palangka Raya

Sejumlah pedagang saat menggelar rapat dengan Ketua Pasar Besar Rabu (10/6).

Sejumlah pedagang saat menggelar rapat dengan Ketua Pasar Besar Rabu (10/6).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Seluruh pedagang di Pasar Besar Kota Palangka Raya menolak rencana penutupan pasar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Jumat 12 Juni 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh perwakilan pedagang saat rapat bersama dengan seluruh pedagang yang dihadiri oleh Ketua Pasar Besar, Ketua Pasar Blauran dan Ketua RT di komplek pasar besar.

Dengan alasan beragam mereka tetap menolak penutupan pasar tersebut. Terlebih kabar akan ditutupnya Pasar Besar ini belum sama sekali dikoordinasikan serta disosialisasi kepada para pedagang.

Ketua RT 01 RW 05 Komplek Pasar Besar Siti Fatimah mengungkapkan, dirinya kaget dengan kabar tersebut. Karena hanya diberitahu lewat selebaran dari grup WA dan media sosial Facebook.

“Kami tidak tahu hoax atau benar. Sebelum selebaran itu keluar selama pandemi Covid-19 ini penjualan di pasar besar menurun,”ungkap Ketua RT Siti Fatimah, Rabu (10/6/2020) siang.

Baca Juga :  Lapas Palangka Raya Razia Blok Kamar Napi

Dijelaskannya, pedagang di pasar besar ini tidak semuanya warga asli sekitar, melainkan berasal dari kelurahan dan kecamatan, bahkan ada yang berasal dari luar daerah.

“Pasar besar ini swasta, bukan pemerintahan. Kami menolak jika benar ditutup. Yang tidak ditutup saja turun sekali pendapatan, apalagi ditutup. Informasi dilakukan juga mendadak. Jika ada penutupan, seharusnya ada sosialisasi dulu,”bebernya.

Ia menjelaskan, jika semua kegiatan jual beli ada di pasar besar ditutup, maka akan berdampak besar bagi pedagang, masyarakat sebagai konsumen dan buruh angkut harian. Untuk itu pihaknya memohon kepada Ketua Pasar Besar agar menjembatani dengan memberikan keterangan kepada Wali Kota.

“Jika benar ditutup, maka seluruh pedagang akan demo, untuk menanyakan alasannya apa. Karena semua pedagang pasar besar menolak penutupan pasar. Rapat rencana penutupannya pun tidak melibatkan pedagang yang ada,”ungkap Siti.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Pengunjung Kafe Dibubarkan Polisi

Bahkan selama adanya aturan dari pemerintah, seluruh pedagang pasar juga mengikuti anjuran pemerintah dengan menggunakan masker, menerapkan sosial distancing dan menyediakan tempat untuk cuci tangan.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako di Pasar Besar, H Marnadin, mengaku,  jika pasar ditutup maka pihaknya akan mengalami rugi besar selama tiga hari kedepannya.

“Saya sudah terlanjur memesan barang untuk mengisi stok guna berjualan di pasar. Bahkan, yang sudah terlanjur masuk sebanyak 8 ton itu nanti dikemanakan jika pasar tutup.Tentu kami yang rugi, kalau sebelumnya diberikan informasi jauh hari maka mungkin kami bisa memesan barang tersebut,”tandasnya. (am)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Korsleting, Mobil Box Sembako Terbakar

Metro Palangka Raya

Mabuk Berat, Dua Pria Diciduk Polisi 

DPRD Kota

Dewan Sarankan Tetap Waspada Karhutla

Metro Palangka Raya

Wanita Lulusan D3 Kebidanan Ini Nekat Buka Praktik Kecantikan Ilegal

DPRD Kota

Prokes Ketat Harus Tetap Diterapkan

Metro Palangka Raya

Berkebun Sawit Alternatif Usaha Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga

DPRD Kota

Dewan Dorong Pemkot Pacu Pembenahan Infrastruktur

Metro Palangka Raya

Aksi Pencurian Helm di Palangka Raya Terekam CCTV