Tak Bayar Pajak, Pemilik Sarang Walet Dipermalukan

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Kobar Provinsi Kalteng mulai mengambil sikap tegas, terhadap para pemilik bangunan sarang walet yang tidak bersedia membayar pajak.

Sikap tegas ini diawali dengan pemasangan spanduk mempermalukan bagi pengusaha walet yang tidak taat pajak tersebut. Spanduk peringatan kepada pemilik ini dipasang disejumlah bangunan walet yang ada di Kota Pangkalan Bun, Selasa (18/12/2018).

“Pemasangan spanduk ini dilakukan oleh tim yustisi. Tim ini sudah bergerak sejak Juli sampai Desember 2018 ini. Diawali dengan pendataan menyampaikan peringatan berupa pemasangan sepanduk agar para pemilik walet tersebut tidak lupa ataupun lalai pada pembayaran pajaknya. Ini sifatnya hanya mengingatkan,”kata Kasatpol PP dan Damkar Kobar Majerum Purni kepada Kalteng Ekspres.com, Selasa (18/12).

Majerum menegaskan, kepada pengusaha walet yang lalai atau lupa membayar pajak agar segera membayar pajaknya. Karena batas waktu tinggal beberapa hari lagi, yakni tanggal 31 Desember 2018 akan datang.

Sementara itu Kepala Bappeda Kobar Molta Dena mengatakan, giat pemasangan spanduk ini bukan hal yang baru. Karena menurut dia, giat ini menjadi contoh daerah lain dan hasilnya cukup efektif seperti di Bandung, Semarang, dan Surabaya yang lebih dulu melakukan langkah tersebut.

“Target dicanangkan daerah dari sektor pajak walet ini Rp 5 miliar pertahun. Namun saat ini hanya mampu diraih sebesar Rp 1,78 miliar. Ini jauh dari harapan, tingkat kesulitan kita yakni susahnya bertemu langsung dengan pemilik dan mendapatkan datanya, semoga pemasangan sepanduk peringatan ini berdampak pada kebaikan dan itikad baik sang pemilik,”ungkap Molta Dena. (aro)