DPRD Barsel Soroti Efektivitas Bantuan Ternak dan Pakan Ikan

Oplus_0

Foto: Anggota DPRD Barsel, H. Raden Sudarto, SH.

BUNTOK, KaltengEkspres.com – Program bantuan bibit ternak dan pakan ikan yang rutin disalurkan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) kepada masyarakat mendapat perhatian DPRD. Pasalnya, keberhasilan program tersebut tidak boleh hanya diukur dari banyaknya bantuan yang dibagikan, tetapi harus dilihat dari dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan penerima.

Anggota DPRD Barsel, H. Raden Sudarto, SH, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program bantuan tersebut. Evaluasi diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi usaha produktif oleh masyarakat.

Politisi yang akrab disapa H. Alex ini mengatakan, pemerintah perlu mengetahui secara jelas perkembangan setiap bantuan setelah diserahkan kepada penerima. Termasuk memastikan apakah bibit ternak maupun bantuan pakan ikan benar-benar dikembangkan atau justru dijual kembali.

“Kita harus melihat hasil akhirnya. Apakah bantuan tersebut benar-benar berkembang dan menjadi sumber pendapatan masyarakat atau hanya diterima kemudian dijual,” ujar Raden Sudarto, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, berbagai bantuan seperti bibit itik, ayam buras, babi, kambing hingga pakan ikan seharusnya menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha yang berkelanjutan.

Karena itu, ia menilai pendataan dan pengawasan terhadap penerima bantuan harus dilakukan secara berkala. Jangan sampai masyarakat yang sama terus menerima bantuan setiap tahun, tetapi tidak menunjukkan perkembangan usaha maupun peningkatan kesejahteraan.

“Kalau bantuan hanya habis dijual, kemudian tahun berikutnya minta bantuan lagi, berarti tujuan awal sebagai stimulan ekonomi tidak tercapai. Ini yang harus dievaluasi,” tegasnya.

Selain mengevaluasi pemanfaatan bantuan, Raden Sudarto juga meminta pemerintah memperhatikan seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pengadaan hingga penyaluran. Sebab, ketepatan sasaran dan manfaat yang dihasilkan jauh lebih penting dibandingkan sekadar besarnya jumlah bantuan yang disalurkan.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap penerima bantuan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bibit ternak atau pakan ikan, tetapi juga memperoleh pembinaan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

“Harus ada keberlanjutan. Bantuan jangan hanya diberikan, tetapi setelah itu tidak diketahui lagi perkembangannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemerintah tidak ragu mengevaluasi bahkan mengalihkan anggaran apabila program tersebut terbukti kurang efektif dan tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap rupiah anggaran daerah harus benar-benar memberikan manfaat. Jika program bantuan tidak mencapai tujuan, anggarannya dapat dipertimbangkan untuk dialihkan ke sektor lain yang lebih mendesak dan produktif, seperti pendidikan dan kesehatan.

“Anggaran daerah harus digunakan seefektif mungkin. Kalau memang programnya tidak memberikan hasil, lebih baik dievaluasi dan anggarannya diarahkan ke sektor yang manfaatnya lebih besar, seperti pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya. (rif)

Berita Terkait
<