

Foto: Anggota DPRD Barsel Ensilawatika Wijaya.
BUNTOK, KaltengEkspres.com – Setelah sempat beberapa hari nihil titik panas (hotspot), ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, kembali meningkat. Hingga Kamis (5/11/2026), jumlah hotspot terpantau mencapai 80 titik dan berpotensi terus bertambah.
Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Ensilawatika Wijaya, meminta seluruh pihak meningkatkan kepedulian dan mengambil peran aktif dalam upaya mencegah serta menanggulangi Karhutla di wilayah setempat.
Menurutnya, penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas pemadam di lapangan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Karhutla ini harus kita tangani bersama. Semua pihak harus mengambil peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing, mumpung saat ini kondisinya belum separah sebelumnya,” ujar Ensilawatika kepada awak media, Kamis (5/11/2026).
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, pemerintah desa, masyarakat hingga relawan sangat diperlukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Selain memperkuat upaya pemadaman, langkah pencegahan juga harus menjadi perhatian utama. Di antaranya melalui peningkatan patroli di kawasan rawan kebakaran serta edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Yang tidak kalah penting adalah pencegahan. Jangan sampai setelah terjadi kebakaran baru kita bergerak. Kita harus bersama-sama mencegah agar Karhutla tidak semakin meluas,” tegasnya.
Ensilawatika juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan potensi kebakaran dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla.
“Semua harus peduli. Kalau ada api atau melihat sesuatu yang berpotensi menyebabkan Karhutla, segera laporkan kepada pihak terkait,” pungkasnya. (rif).