Parah!! Tanjung Puting Dikepung Api 

Kawasan hutan di TNTP saat dikepung api dari dua sisi. (Foto : IST)

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kebakaran hebat melanda kawasan hutan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng. Kobaran api disertai kabut asap yang begitu cepat meluas ini melahap kawasan hutan setempat dari dua sisi.

Menyikapi kejadian kebakaran besar dikawasan TNTP ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar melalui Bupati Kobar Hj Nurhidayah  mengajak seluruh pihak agar memperkuat sinergi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di kawasan zona penyangga TNTP tersebut.

Menurutnya, upaya bersama penting untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

“Menyikapi kejadian karhutla di TNTP yang semakin meluas ini, kita dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) telah berkoordinasi dengan Balai TNTP untuk membahas langkah penanganan kebakaran tersebut.  Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memperkuat pengerahan personel, terutama tim pemadam darat, dengan mempertimbangkan pembagian kekuatan yang tersedia di berbagai titik kebakaran,”ungkapnya Senin (12/10).

“Kami sudah melakukan rapat dengan teman-teman dari Balai Taman Nasional Tanjung Putting, kami akan melakukan upaya melalui pengerahan personel, terutama tim darat, harapannya, para relawan yang berada di daerah penyangga tetap semangat dan tidak kendor, karena ini demi menjaga alam dan lingkungan kita,” ujar Nurhidayah lagi.

Nurhidayah menyebut, kondisi karhutla yang terjadi saat ini membutuhkan kebersamaan dan komitmen seluruh pihak. Menurutnya, fokus utama bukan lagi mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan memastikan upaya penanganan berjalan efektif agar kebakaran dapat dikendalikan dan kabut asap tidak terus mengganggu kehidupan masyarakat.

“Dalam kondisi sekarang, kita tidak bisa lagi saling menyalahkan, apa yang kita lakukan adalah bagaimana menjaga daerah kita tetap aman dan asap tidak lagi mengganggu, kita harus bergerak bersama, yang diperlukan adalah kekompakan untuk mengendalikan dampak asap kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Barat,” tegasnya.

Selain mengoptimalkan penanganan di tingkat daerah, ia juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar terhadap kondisi karhutla yang terjadi di Kalimantan. (rd)

Berita Terkait
<