Home / Nasional

Jumat, 15 Januari 2021 - 14:10 WIB

Gempa Berkekuatan 6,2 Magnitude Guncang Majene

Warga saat melihat bangunan yang roboh diguncang gempa Jumat (15/1).

Warga saat melihat bangunan yang roboh diguncang gempa Jumat (15/1).

JAKARTA, KaltengEkspres.com – Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diguncang gempa berkekuatan 6,2 magnitude (M), sejak Kamis (14/1) siang sekira pukul 13.35 WIB hingga Jumat (15/1) dini hari tadi sekira pukul 01.28 WIB. Peristiwa ini membuat panik seluruh masyarakat setempat, lantaran dikwatirkan terjadi tsunami.

Bahkan, Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan Rumah Sakit Mitra Kabupaten Mamuju roboh diguncang gempa tersebut. Sementara korban meninggal dunia tercatat tiga orang dan luka-luka 24 orang. Sebanyak 2.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, selain Kantor Gubernur Sulawesi Barat juga bangunan Hotel Maleo yang berada di wilayah Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan berat, roboh diguncang gempa.

“Saat ini tim masih melakukan pendataan dilapangan terkait kerusakan dan korban yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,”ungkap dalam siaran pers, Jumat (15/1).

Baca Juga :  Rivan A Purwantono: Pelayanan Cepat dan Terbaik Wujud Bela Negara Jasa Raharja

Sementara itu Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan, peristiwa guncangan gempa susulan di Majene tercatat ada sekitar 28 kali terjadi.

Dari 28 kali gempa susulan tersebut, kekuatan terbesar terjadi pada Kamis (14/1) pukul 13.35 WIB, yakni magnitudo (M) 5,9 dan pada Jumat (15/1) dini hari tadi pukul 01.28 WIB dengan kekuatan M 6,2.

Daryono menjelaskan, gempa M 5,9 yang terjadi kemarin merupakan pembuka. Sedangkan gempa M 6,2 yang terjadi dini hari tadi merupakan gempa utama.

“Kejadian kemarin kita anggap sebagai gempa pembuka. Sementara yang tadi malam itu sudah maksimal, sudah gempa utama. Harapan kita tidak terjadi lagi sehingga untuk saat ini gempa yang terjadi pagi dini hari tadi itu adalah gempa utama,”ungkapnya via virtual Jumat (15/1).

Baca Juga :  Delapan Pemilik Anjing Diseret ke Pengadilan

Menurut Daryono, gempa yang mengguncang Majene ini memiliki kesamaan dengan gempa masa lalu. Diduga kuat pemicu gempa adalah sesar naik Mamuju atau Mamuju Thrust.

“Gempa memiliki mekanisme pergerakan naik. Mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok tahun 2018,”paparnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa masih ada potensi terjadinya gempa susulan yang lebih kuat. Ia menyebut, kekuatan gempa susulan ini bisa lebih tinggi dari M 6,2 dan berpotensi menimbulkan tsunami.

“Karena itu kita mengimbau seluruh warga Majene di Sulbar agar tetap waspada. Jangan dulu kembali ke kediamannya, untuk sementara waktu mengungsi ketempat yang lebih aman,”katanya. (as/hm)

Share :

Baca Juga

Nasional

KPU-AMSI Teken Nota Kesepahaman

Nasional

Polisi Bongkar Sindikat Peracik Tembakau Gorila

Metro Palangka Raya

Kawal Arus Mudik dan Balik, PLN Siaga di Zona Transportasi Publik

Nasional

Polisi Gerebek Kantor Pinjaman Online Ilegal

Nasional

Penyelundupan 42 Kg Sabu Digagalkan Polisi

Internasional

PLN Gandeng Prancis Bangun Kerjasama Pembangkit Hidrogen

Nasional

BNI Perkuat Literasi dan Perlindungan Nasabah Antisipasi Serangan Siber

Metro Palangka Raya

Kapolri Mutasi Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan