Home / Featured / Metro Palangka Raya

Rabu, 29 Juli 2020 - 17:28 WIB

BNF Raih Penghargaan Keeling Curve Prize 2020

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Borneo Nature Foundation (BNF) terpilih sebagai satu dari 10 pemenang Keeling Curve Prize 2020. Program penghargaan yang berbasis di Aspen, Amerika Serikat tersebut, dianugerahkan kepada lembaga-lembaga yang sukses menjalankan proyek-proyek inovatif dalam upaya mitigasi pemanasan global.

Dalam pengumuman penghargaan yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa (28/07/2020) pagi atau Senin (27/07/2020) malam waktu Colorado, AS, BNF dinyatakan sebagai pemenang untuk kategori penangkapan, pengelolaan, dan penyerapan karbon atau carbon capture, utilization and sequestration (CCUS), khususnya melalui upaya BNF dalam melindungi hutan rawa gambut di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), yang merupakan kawasan dengan simpanan karbon terestrial terbesar di planet ini.

Deputi Direktur BNF Indonesia, Yunsiska Ermiasi, menyambut baik dan menyampaikan rasa bangganya atas pemberian anugerah Keeling Curve Prize 2020.

“Penghargaan ini memberi kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami ke depan untuk secara konsisten menjalankan kegiatan konservasi di hutan gambut di Kalimantan Tengah, serta lebih memperkuat upaya-upaya yang telah kami lakukan sehingga memberi dampak semakin positif bagi kelestarian hutan gambut di Kalteng, serta peningkatan penyerapan emisi karbon,” ujar Yunsiska, Rabu (29/7/2020).

Dia menjelaskan, ada empat upaya yang telah ditempuh BNF dalam upaya konservasi kawasan hutan gambut di Kalimantan, khususnya di Sebangau dalam 10 tahun terakhir bersama mitra-mitra lokalnya. Seumlah upaya yang telah dilakukan BNF, antara lain, pertama, reforestasi melalui penanaman kembali lahan gambut yang rusak dan terdegradasi karena berbagai sebab.

Baca Juga :  Disambar Petir, Rumah Warga Hangus Terbakar

Kedua, mengembangkan kegiatan-kegiatan konservasi berbasis partisipasi masyarakat, seperti melalui kegiatan patroli kawasan hutan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pengembangan kegiatan pendidikan dan pelatihan konservasi hutan.

Ketiga, pembangunan dam dan sekat kanal untuk pembasahan kembali hutan (rewetting) serta membantu reforestasi alami lahan hutan gambut. Keempat, mendukung kegiatan penelitian ilmiah.

“Penelitian ilmiah yang berkualitas sangat penting bagi BNF dalam mengembangkan konservasi di lahan gambut karena menjadi dasar untuk bagaimana melindungi dan mengelola hutan. Riset juga memungkinkan bagi kami untuk memiliki keahlian khusus dalam memantau distribusi, status populasi, perilaku dan ekologi spesies hutan gambut,” jelas dia.

Lebih lanjut, Yunsiska juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya, atas dukungan sejumlah mitra lokal yang berperan besar dalam membantu BNF menjalankan proyek-proyek konservasi di Kawasan Hutan Sebangau, seperti Center for International Cooperation in Sustainable Management of Tropical Peatland (CIMTROP) dan MPA.

“Peran mitra-mitra lokal ini sangat penting artinya bagi berjalannya upaya konservasi yang dijalankan BNF,” pungkasnya.

Sebagai informasi, BNF merupakan satu-satunya lembaga dari Indonesia yang menerima penghargaan Keeling Curve Prize 2020, dan juga merupakan satu dari dua lembaga yang berbasis di Asia yang menerima penghargaan tersebut. Satu proyek asal Asia lainnya yang menerima anugerah tersebut adalah Oorja Development Solutions dari India untuk bidang pengembangan energi.

Baca Juga :  Polda Kalteng Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian

Direktur Eksekutif Global Warming Project Jacguelyn Francis, dalam sambutan tertulisnya pada malam pengumuman pemenang Keeling Curve Prize 2020, mengatakan, para pemenang dipilih oleh panel juri yang terdiri atas para pakar dari berbagai negara. Sepuluh pemenang dipilih dari 300 organisasi dari berbagai belahan dunia dan yang kemudian diseleksi menjadi 20 finalis yang diumumkan awal tahun ini.

“Proyek-proyek ini—seperti para pemenang sebelumnya—diperiksa oleh para ahli iklim terkemuka, (yang dipilih karena) memiliki potensi signifikan untuk membantu mengurangi pemanasan global,” kata Jacquelyn.

Keeling Curve Prize merupakan penghargaan yang digelar setiap tahun, untuk 10 proyek mitigasi perubahan iklim baru atau yang sedang berlangsung di berbagai kategori seperti keuangan, energi, transportasi dan mobilitas, serta jalur sosial dan budaya.

Penghargaan tersebut diambil dari nama Charles David Keeling, seorang ilmuwan dan peneliti ilmu iklim sekaligus pencipta grafik Keeling Curve, yang melacak konsentrasi karbondioksida atmosfer global. (Ra)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Pengendara Moge Hantam Pagar Beton

Metro Palangka Raya

Usai Diintai, Bandar Sabu Dibekuk Polisi

Metro Palangka Raya

Ikut Berjudi, Pemulung Besi Rongsokan Ditangkap Polisi

Hukum Kriminal

Palsukan Surat Keterangan Rapid Test, Sopir Truk Diamankan

Metro Palangka Raya

Polda Kalteng Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian

Metro Palangka Raya

Ditsabhara Polda Kalteng Pantau Sejumlah Apotek

Metro Palangka Raya

Tragis! Usai Habisi Istri, Pria Ini Gantung Diri

Metro Palangka Raya

Pasutri Tewas Usai Terjatuh dan Tertabrak Pikap Grand Max 
error: Content is protected !!