Wabup Serahkan DPA dan DIPA Lamandau

NANGA BULIK, KaltengEkspres.com
Wakil Bupati (Wabup) Lamandau H Sugiyarto menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun anggaran 2018 kepada instansi vertikal dan Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), di aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lamandau Selasa (19/12/2017). Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah perwakilan dari Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD) Lamandau.

DIPA Lamandau 2018 tersebut diserahkan secara simbolis kepada tiga instansi, yakni Kejaksaan Negeri, Kemenag, BPN, DPMD dan Disnakertrans Kabupaten Lamandau, yang saat itu diterima langsung oleh kuasa pengguna anggaran masing-masing.

Sugiyarto mengatakan, dirinya merasa bangga penyerahan DIPA dan DPA kepada instansi vertikal dan SOPD di lingkup Kabupaten Lamandau tahun 2018 bisa cepat dilaksanakan. 

Menurutnya, penyerahan DIPA dan DPA pada pertengahan Desember ini dimaksudkan agar pelaksanaan lelang pekerjaan agar sesuai jadwal. Semakin cepat pekerjaan dilaksanakan, maka penyerapan anggaran nantinya bisa terlaksana dengan baik sesuai target yang sudah ditentukan dimasing-masing triwulan.

“Saya ingin mengingatkan kembali kepada seluruh penerima DIPA tahun anggaran 2018 akan kewajiban sebagaimana tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 39 tahun 2006 tentang tata cara pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan, pasal 18,”ucap Wabup. Sementara Kepala BKD Lamandau Penyang menyebutkan, bahwa APBD Lamandau pada tahun anggaran 2018 sebesar Rp 897,7 miliar yang terbagi dalam 39 DPA SOPD. Dimana ABPD tahun 2018 ini sudah melalui beberapa tahapan dari Musrenbang tingkat desa,  kecamatan dan kabupaten. 

Dijelaskannya, pada tahun anggaran 2018 ini pendapatan daerah berjumlah Rp 815,3 milar terdiri dari hasil PAD sebesar Rp 79,9 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 616,6 miliar,  dan pedapatan daerah yang sah berjumlah Rp 118,8 miliar. 

Sedangkan belanja daerah sebesar Rp 897,7 miliar yang terinci belanja tidak langsung sebesar Rp 466,6 miliar,  belanja langsung Rp 431,1 miliar. Selain itu juga ada pembiayaan daerah berjumlah Rp 166,3 miliar, pengeluaran sebesar Rp 9,4 miliar, dan pembiayaan netto Rp 156,9 miliar serta defisit anggaran sebesar Rp 82,4 miliar, ujar Penyang. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here