



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) menyalurkan bantuan geobag sebagai langkah penanganan darurat abrasi di wilayah pesisir, Jumat (10/4).
Sebanyak 300 buah geobag didistribusikan, masing-masing 100 buah untuk Desa Keraya dan 200 buah untuk Desa Bogam, guna mengurangi dampak gelombang laut yang terus menggerus garis pantai di kedua wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, bersama jajaran pemerintah daerah. Langkah ini merupakan respon cepat atas kondisi abrasi yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi mengancam permukiman warga serta infrastruktur desa.
Dalam sambutannya, Bupati Nurhidayah menegaskan bahwa bantuan geobag merupakan bentuk perlindungan sementara dari pemerintah daerah terhadap kawasan pesisir yang rawan terdampak abrasi.
Menurutnya, penggunaan geobag menjadi solusi darurat yang efektif untuk meredam energi gelombang laut di titik-titik kritis.
“Bantuan geobag ini adalah langkah penanganan darurat yang sangat krusial. Alat ini dirancang untuk meredam energi ombak dan menahan laju abrasi di titik-titik yang paling rawan,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa geobag merupakan kantong berbahan khusus yang diisi pasir dan disusun sebagai penghalang alami untuk mengurangi kekuatan gelombang.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penggunaan geobag sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa hingga warga, untuk bergotong royong dalam proses pengisian dan penyusunan geobag di lokasi yang telah ditentukan.
Selain penanganan fisik, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai upaya jangka panjang. Disamping itu mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan mangrove serta tidak membuang sampah sembarangan, guna menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko abrasi di masa mendatang.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta mencari solusi permanen demi melindungi wilayah pesisir dan keberlangsungan hidup masyarakat. (di)