Pemkab Kotim Gelar Ngibar Sensus Ekonomi 2026 

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Rafiq Siswandi, saat foto bersama usai membuka kegiatan Ngibar Sensus Ekonomi 2026 , Selasa (9/6). (Foto : to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat komitmen pembangunan berbasis data akurat melalui pelaksanaan Ngibar (Ngisi Bareng) Sensus Ekonomi 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pelaku usaha skala menengah serta besar.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Sei Bapperida Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (9/6/2026), sebagai bagian dari upaya percepatan dan fasilitasi pengisian data Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang merupakan agenda nasional Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Rafiq Siswandi, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam mendukung suksesnya pelaksanaan sensus ekonomi.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pimpinan dan perwakilan perusahaan yang telah meluangkan waktu dan berkomitmen menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan instrumen penting dalam menyediakan data komprehensif mengenai kondisi dan struktur perekonomian daerah maupun nasional. Data tersebut menjadi fondasi utama dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh data yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang akurat. Karena itu, Sensus Ekonomi ini menjadi sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah ke depan,” jelasnya.

Rafiq juga menambahkan bahwa manfaat Sensus Ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, tetapi juga oleh dunia usaha. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk membaca peluang pasar, mengidentifikasi potensi ekonomi, hingga menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menilai sektor usaha menengah dan besar memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian daerah, terutama pada sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan seperti CPO dan turunannya, serta sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi penopang utama ekonomi Kotim.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Kotim bersama BPS menginisiasi Ngibar SE2026 sebagai forum pelayanan terpadu bagi perusahaan untuk memudahkan pengisian kuesioner secara langsung, cepat, dan tuntas pada hari yang sama dengan pendampingan petugas BPS.

Rafiq mengimbau agar seluruh perusahaan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan pengisian data SE2026 secara lengkap dan akurat, serta tidak ragu berkonsultasi apabila menemui kendala teknis di lapangan.

“Harapan kami pengisian kuesioner dapat diselesaikan dengan baik, lengkap, dan tuntas pada hari ini juga. Silakan manfaatkan petugas BPS yang mendampingi untuk membantu jika ada hal yang perlu diklarifikasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan oleh responden dijamin kerahasiaannya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sehingga perusahaan tidak perlu khawatir dalam memberikan informasi yang dibutuhkan.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri telah dimulai oleh BPS sejak Mei 2026 dengan cakupan pendataan seluruh pelaku usaha di Indonesia, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar, guna menghasilkan potret ekonomi nasional yang lebih lengkap dan akurat. (to)

Berita Terkait