Fraksi PKS Nilai Rendahnya Daya Beli Desa Hambat Produksi Petani

juru bicara Fraksi PKS, Imanudin

Puruk Cahu, KaltengEkspres.com – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Murung Raya menilai rendahnya daya beli masyarakat di tingkat desa menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan produksi petani di daerah.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PKS, Imanudin, saat menyampaikan tanggapan fraksi terhadap pandangan Pemerintah Kabupaten Murung Raya atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD tentang Pengelolaan Kelompok Tani dalam rapat paripurna DPRD Murung Raya, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, berbagai permasalahan yang disampaikan pemerintah daerah terkait pengelolaan kelompok tani di masyarakat perlu mendapat perhatian serius, khususnya dalam upaya meningkatkan keberlanjutan usaha pertanian di Kabupaten Murung Raya.

Imanudin menjelaskan bahwa tidak sedikit kelompok tani yang berhasil mengelola usaha di bidang pertanian, perkebunan, peternakan hingga perikanan. Namun, hasil produksi yang dihasilkan sering kali belum berkembang secara berkelanjutan karena terbatasnya daya beli masyarakat di desa.

“Tidak sedikit juga lembaga kelompok tani yang berhasil mengelola sawah, kebun, peternakan, perikanan dan lain-lainnya, namun hanya sampai di situ saja tidak sampai kepada produksi yang berkelanjutan karena sedikitnya daya beli di dalam desa itu sendiri,” ujarnya.

Fraksi PKS menilai pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memberikan pembinaan, pelatihan, serta pendampingan kepada kelompok tani agar mampu mengelola usaha mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Selain itu, Fraksi PKS juga mendorong adanya kerja sama antara Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk menampung hasil produksi kelompok tani di Murung Raya, sehingga dapat dipasarkan melalui berbagai program pemerintah maupun menjadi pemasok bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. (Id)

Berita Terkait