



PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana menyebutkan, suhu udara yang tinggi saat ini berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Dehidrasi menjadi salah satu risiko utama yang kerap dialami masyarakat saat beraktivitas di bawah terik matahari,”ungkap Okki, Rabu (4/2).
Selain itu, cuaca panas juga dapat memicu kelelahan berlebih, gangguan pencernaan, hingga penurunan daya tahan tubuh.
“Kita upaya dalam pencegahan ini harus diiringi dengan penyampaian informasi kesehatan yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,”tegasnya.
Ia mendorong dinas terkait untuk lebih aktif menyosialisasikan pola hidup sehat selama cuaca ekstrem. Terutama dengan memberikan literasi kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, edukasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga melalui sekolah, komunitas, dan ruang publik.
“Ya, mengingatkan pentingnya konsumsi air putih yang cukup serta pengaturan aktivitas luar ruangan,”pesannya.
Ia mengatakan, masyarakat perlu diedukasi agar lebih peka terhadap tanda-tanda awal gangguan kesehatan akibat panas.
Di sisi lain, fasilitas layanan kesehatan diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan keluhan masyarakat.
Okki menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan.
“Itupun ada juga edukasi yang berkelanjutan dapat menekan risiko dampak kesehatan akibat cuaca panas,” tandasnya. (gel)