



PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohannes Freddy Ering, menilai sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi faktor penting dalam menyukseskan program pembangunan tahun 2026.
“Kerja sama yang solid akan mempermudah pelaksanaan berbagai kebijakan daerah. Tanpa sinergi, program berpotensi tidak berjalan optimal,”kata Freddy.
Menurutnya, perencanaan pembangunan membutuhkan kesamaan visi. Eksekutif dan legislatif harus berada dalam satu arah.
Yohannes menilai koordinasi yang baik akan mempercepat pengambilan keputusan. Hal ini berdampak langsung pada efektivitas program pemerintah.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antar lembaga. Setiap kebijakan perlu dibahas secara konstruktif.
Sinergi dinilai mampu meminimalkan hambatan dalam pelaksanaan program. Permasalahan di lapangan dapat diantisipasi lebih awal.
DPRD sendiri lanjut Yohanes, memiliki peran strategis dalam pengawasan. Fungsi ini harus berjalan seimbang dengan peran eksekutif.
“Setiap program 2026 benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Kebutuhan publik harus menjadi prioritas utama,”tuturnya.
Pembangunan daerah, tambah Yohanes, membutuhkan dukungan lintas sektor. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“Dengan ini ia menilai bahwa kolaborasi yang kuat akan menciptakan kepercayaan publik. Masyarakat akan melihat keseriusan pemerintah dalam bekerja,”tandasnya. (gel)