





PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi menyebutkan, pembangunan inklusif menjadi salah satu arah utama yang terus diperkuat di Kalimantan Tengah. Menurutnya, konsep ini dinilai penting untuk memastikan kemajuan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pemerintah daerah berupaya mendorong pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi. Aspek sosial dan pemerataan juga menjadi perhatian utama,”kata Junaidi kepada awak media, Kamis (8/1).
Pembangunan inklusif menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Setiap kebijakan diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.
“Wilayah perkotaan hingga pedesaan diharapkan mendapat kesempatan yang sama dalam pembangunan. Kesenjangan antarwilayah terus diminimalkan secara bertahap,”ungkapnya.
Sektor infrastruktur tetap menjadi pendukung utama pembangunan. Peningkatan akses jalan dan fasilitas publik dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru.
Selain infrastruktur, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi prioritas. Kedua sektor ini berperan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Keterlibatan warga dinilai mampu memperkuat keberhasilan program pembangunan,”ujarnya.
Pembangunan inklusif turut memperhatikan kelompok rentan. Perempuan, anak, dan masyarakat kurang mampu diharapkan mendapat perlindungan dan peluang yang setara,.
Disamping itu, dengan pemanfaatan potensi lokal harus terus didorong agar pembangunan lebih berkelanjutan. Potensi daerah menjadi kekuatan utama dalam mendukung kemajuan ekonomi.
Di sisi lain, pembangunan tetap diarahkan agar selaras dengan pelestarian lingkungan. Keberlanjutan menjadi prinsip penting dalam setiap kebijakan.
“Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci utama. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan,”tandasnya. (gel)