Ketahanan Pangan Kota Harus Lebih Terarah dan Berkelanjutan

Wakil ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Andriansyah

PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Wakil Ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Andriansyah menegaskan pentingnya upaya serius dalam menjaga ketahanan pangan sebagai bagian strategis dari pembangunan daerah.

Ketahanan pangan, menurutnya, bukan sekadar ketersediaan bahan makanan pokok, tetapi juga menyangkut akses, kualitas, serta keberlanjutan produksi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Dede menuturkan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dirancang secara menyeluruh dengan melibatkan petani, pelaku UMKM, komunitas urban farming, serta dukungan infrastruktur yang memadai.

“Ketahanan pangan harus dilakukan sebaik mungkin, tidak bisa parsial atau hanya bersifat proyek. Harus menyentuh akar persoalan seperti distribusi, ketersediaan lahan, akses pupuk, hingga regenerasi petani,”ucap Dede, Jumat (04/7)

Ia menekankan bahwa Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi memiliki potensi untuk menjadi daerah penyangga pangan berbasis pertanian organik dan perkotaan, apabila didukung kebijakan yang pro-produksi dan ramah lingkungan. DPRD juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat untuk menanam sendiri bahan pangan sederhana seperti cabai, sayuran, hingga umbi-umbian melalui konsep pekarangan pangan lestari (P2L).

“Di tengah ancaman inflasi dan krisis iklim, upaya seperti urban farming dan pengelolaan pekarangan itu sangat relevan. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan, tapi juga membentuk kemandirian pangan di tingkat keluarga,” tambahnya.

Ini juga mendorong Pemerintah Kota agar memperluas program pelatihan dan penyuluhan bagi petani dan pelaku usaha mikro di bidang pertanian pangan, khususnya generasi muda. Ini penting untuk memastikan adanya kesinambungan dan inovasi dalam praktik pertanian perkotaan.

Dalam jangka panjang, ketahanan pangan tambah dia, memerlukan penguatan ekosistem pasar yang adil, subsidi pertanian tepat sasaran, dan kolaborasi antar-perangkat daerah dalam mengatasi kendala distribusi dan rantai pasok.

“Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan agar tidak hanya konsumsi yang ditangani, tapi juga sisi produksi lokal. Jangan sampai kita tergantung terus pada pasokan dari luar, padahal Palangka Raya punya potensi besar,”tandasnya. (gel)

Berita Terkait