




PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) terus mengintensifkan upaya dalam percepatan penurunan angka stunting di daerahnya. Dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan, berbagai strategi telah diterapkan, diantaranya adalah pelaksanaan rembuk stunting, kegiatan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting.
Gerakan pengukuran dan intervensi serentak ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas program terkait, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Tujuannya adalah menyisir seluruh sasaran dan melakukan intervensi yang sesuai standar.
Penjabat (Pj) Bupati Kobar Budi Santosa mengatakan, di Kobar terdapat 13 desa dari 3 kecamatan yakni Kecamatan Arut Selatan, Kecamatan Kumai dan Kecamatan Pangkalan Banteng yang merupakan calon lokus stunting tahun 2025. Tiga kecamatan ini perlu menjadi perhatian serius baik pemerintah daerah, masyarakat maupun perusahaan swasta yang ada di Kobar.
“Prevalensi Kabupaten Kobar paling rendah di Provinsi Kalimantan Tengah dan dibawah nasional. Hal ini patut kita banggakan,” kata Budi Santosa.
Dirinya berharap pihak kecamatan selalu berkoordinasi dan silaturahmi ke perusahaan-perusahaan yang ada di Kobar terkait stunting ini.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kobar, Rody Iskandar menyebutkan, berbagai rapat koordinasi telah dilaksanakan untuk memastikan dan memperkuat pelaksanaan koordinasi konvergensi percepatan penurunan stunting (PPS) sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Daerah Percepatan Penurunan Stunting (RAN-PASTI) tahun 2024 di kabupaten Kobar.


“Pengukuran dan intervensi serentak diharapkan dapat menjadi pembelajaran, dalam upaya melakukan intervensi yang tepat, termasuk kualitas konvergensi bagi pemangku kepentingan yang terlibat.” kata Rody.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting saat ini merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional, dengan indikator dan target angka prevalensi stunting pada balita sebesar 14 persen secara nasional pada tahun 2024, sedangkan target kabupaten Kobar sebesar 12,49 persen pada tahun 2024.
Bahkan jelas Sekda, Pemkab Kobar juga telah melaunching pelaksanaan intervensi serentak pencegahan stunting tahun 2024 yang digelar di Desa Lada Mandala Jaya Kecamatan Pangkalan Lada, pada bulan Juni lalu.
Senada diungkapkan Ketua Sekretariat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kotawaringin Barat, Fitriana.
Fitri menjelaskan, tujuan intervensi serentak ini adalah untuk mendeteksi secara dini terkait masalah gizi, serta memberikan edukasi terkait stunting kepada seluruh sasaran, seperti ibu hamil balita dan calon pengantin.
“Kegiatan ini harapan kita, outputnya tercapainya jumlah kunjungan sasaran, baik itu ibu hamil, balita atau calon pengantin ke posyandu dengan target 100 persen,”kata Fitri.
Program Intervensi Serentak Stunting lanjut Fitri, adalah sebuah langkah strategis untuk mengatasi permasalahan stunting di Kobar. Upaya yang dilakukan dalam intervensi ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian edukasi kepada orang tua. Salah satu kegiatan penting adalah menimbang dan mengukur lingkar kepala anak-anak di bawah lima tahun (balita).
Langkah ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan fisik anak-anak dan mendeteksi dini adanya potensi stunting. Kader posyandu yang telah dilatih khusus bertugas melakukan pengukuran ini secara akurat.


Selain pemeriksaan fisik tambah dia, program ini juga melibatkan pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita yang terindikasi mengalami gizi buruk. Pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sehingga pertumbuhan mereka dapat berlangsung dengan optimal.
Dalam kegiatan ini, pihak pemerintah bekerja sama dengan berbagai organisasi non-pemerintah dan masyarakat untuk memastikan distribusi makanan tambahan berjalan lancar.
Edukasi mengenai pola asuh dan pentingnya gizi seimbang juga menjadi bagian penting dari program ini. Para orang tua diberikan pemahaman tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang tepat, serta cara mengatasi masalah gizi pada anak. Diharapkan, dengan peningkatan pengetahuan ini, orang tua dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka.
“Program Intervensi Serentak Stunting ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mendukung program nasional penanggulangan stunting. Dengan langkah-langkah yang terkoordinasi dan berkesinambungan, diharapkan prevalensi stunting di Kobar dapat menurun signifikan, membawa harapan baru bagi masa depan anak-anak di Bumi Marunting Batu Aji,”tandasnya. (adv)