Home / Pemprov Kalteng

Rabu, 22 Mei 2024 - 13:03 WIB

Serius Tekan Stunting, Pemprov Gelar Rembuk Stunting Se-Kalteng

Wagub Kalteng Edy Pratowo saat membuka rembuk stunting di AJT, Rabu (22/5). (Foto : istimewa)

Wagub Kalteng Edy Pratowo saat membuka rembuk stunting di AJT, Rabu (22/5). (Foto : istimewa)

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo membuka resmi Rembuk Stunting Kalteng Tahun yang digelar di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (22/5/2024).

Edy Pratowo menyampaikan sambutannya mengatakan, kegiatan ini hendaknya bisa semakin memacu semangat untuk menuntaskan visi dan misi Pemprov Kalteng terutama dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berdaya saing, demi mewujudkan Kalteng Makin Berkah. 

“Mengingat rembuk stunting merupakan kegiatan strategis dalam upaya menurunkan stunting di Kalteng, yang menjadi salah satu indikator percepatan penurunan stunting yang harus diimplementasikan pemerintah daerah,”kata Edy. 

Selain itu, lanjut dia, rembuk stunting adalah forum untuk membangun komitmen percepatan penurunan stunting secara terintegrasi, dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten / kota, sampai tingkat provinsi, yang dilakukan berdasarkan hasil analisis terhadap capaian berbagai program percepatan penurunan Stunting di wilayah kerja masing-masing.

Pemprov Kalteng tambah Edy, akan melakukan konfirmasi, sinkronisasi, dan sinergi hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan dari Perangkat Daerah penanggung jawab indikator dalam upaya penurunan Stunting, terutama di lokasi lokus Stunting.

Diharapkan agar melalui kegiatan Rembuk Stunting ini, akan didapatkan informasi mendetail mengenai berbagai program dan juga kegiatan percepatan penurunan stunting yang akan dilakukan di masing-masing kabupaten/kota.

Edy menekankan beberapa hal yang tidak kalah penting yaitu pernyataan komitmen bersama Pemerintah Daerah dan Perangkat Daerah terkait, untuk mengimplementasikan semua program kegiatan, termasuk realisasi tagging anggaran stunting yang akan dimuat dalam RKPD dan Renja Perangkat Daerah masing-masing.

Baca Juga :  Gubernur Sugianto Sabran Dicoklit Data Pemilih Pilkada 2020

“Hal ini perlu untuk dilakukan, mengingat isu stunting saat ini masih menjadi ancaman serius bagi Pemprov Kalteng, terutama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas unggul. Persoalan Stunting harus ditanggulangi secara terpadu melalui kolaborasi semua pihak, lintas sektor,”bebernya. 

“Seperti kita ketahui bersama Gubernur sangat berkomitmen terhadap upaya percepatan penurunan Stunting di Kalimantan Tengah. Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, Bapak Gubernur Kalimantan Tengah telah menetapkan Keputusan Nomor 188.44/106/2023 Tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Kalimantan Tengah,”paparnya. 

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka prevalensi stunting Kalteng mengalami penurunan sebesar 3,4 persen, dari 26,9 persen tahun 2022 menjadi 23,5 persen di tahun 2023.

Ia juga menekankan agar melakukan penguatan data surveilans e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat), sebagai data penyanding dan pembanding hasil SKI tahun 2023. Dengan demikian,  pada tahun 2024 ini nanti, diharapkan kita akan mendapatkan angka prevalensi stunting yang lebih akurat, sesuai dengan kondisi dan fakta riil di lapangan.

Pada kesempatan ini, Edy mengingatkan mengenai pelaksanaan kegiatan 10 (sepuluh) PASTI Intervensi Serentak pencegahan stunting, yaitu memastikan pendataan seluruh calon pengantin (catin), ibu hamil, dan balita di wilayah kerjanya untuk menjadi sasaran. Kedua, memastikan seluruh catin mendapat pendampingan serta memastikan kehadiran ibu hamil dan balita ke Posyandu.

Baca Juga :  Pemprov Apresiasi Baksoskes Polda Kalteng

Ketiga, memastikan ketersediaan alat antropometri terstandar di seluruh Posyandu. Keempat, memastikan seluruh kader Posyandu memiliki keterampilan dalam pengukuran antropometri terstandar serta penyuluhan untuk ibu hamil dan balita.

Kelima, memastikan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar. Keenam, memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi.

Ketujuh, memastikan seluruh ibu hamil dan balita diberikan edukasi di Posyandu. Delapan, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta intervensi ke dalam sistem informasi e-PPGM di hari yang sama.

Sembilan, memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan intervensi serentak. Terakhir, memastikan  ketersediaan     pembiayaan pelaksanaan intervensi  serentak  termasuk   rujukan  kasus ke fasilitas layanan Kesehatan.

“Saya berharap, agar kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, sehingga target capaian penurunan stunting sebesar 15,38 % di tahun 2024 akan dapat terealisasi, sesuai harapan kita bersama”, tandasnya. 

Kepala Bappedalitbang Kalteng Leonard S. Ampung dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan bersama-sama antara Perangkat Daerah penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintahan dan masyarakat. (Ro)

Share :

Baca Juga

Pemprov Kalteng

Sekda Kalteng Ziarah ke Makam Pahlawan

Pemprov Kalteng

Presiden RI Berikan Bantuan Sapi Kurban Berbobot 1,2 Ton untuk Kalteng

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Dukung Pembangunan Auditorium HKC

Pemprov Kalteng

Sidak!! Gubernur Sampaikan Tiga Point

Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Buka Jambore UMKM Wilayah Barat

Pemprov Kalteng

Sekda Kalteng Tutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator

Pemprov Kalteng

Kalteng Trade Expo Raup Omzet Rp2,3 Milyar

Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Ingatkan PBS Peduli Korban Banjir