Home / Metro Palangka Raya

Rabu, 20 Maret 2024 - 17:18 WIB

Ayah Bayi Mengamuk di RSUD Doris

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres. com – Konferensi pers yang digelar RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya terkait meninggalnya bayi pasca operasi diwarnai kegaduhan, Rabu (20/3/2024). Karena ayah bayi, Afner turut datang ke lokasi konferensi pers sembari meluapkan kemarahan kepada unsur pimpinan dan tenaga medis rumah sakit terbesar di Kalteng tersebut.

“Sampai hari ini saya tidak pernah mendapat penjelasan resmi dari rumah sakit tentang penyebab pasti kematian anak saya,” kata Afner dengan nada tinggi.

Konferensi pers di ruang lobi administrasi RSUD itu pun sempat terhenti lantaran ketegangan yang terjadi. Bahkan pihak rumah sakit melalui petugas keamanan terpaksa harus mengeluarkan pria tersebut.

Menurut Afner, seharusnya pihak rumah sakit memberikan penjelasan kepada dirinya selaku ayah bayi. Bukan malah sebaliknya melalui media massa yang dipanggil untuk menghadiri konferensi pers.

Baca Juga :  Dua Pria Pemasok 400 Gram Sabu Diringkus Polisi

“Saya yang ingin mendengarkan penjelasan dari pihak rumah sakit. Bukan publik,” ujar Afner yang ketika itu datang dengan didampingi istri dan pengacaranya Roy Sidabutar dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Genta Keadilan.

“Jelas saya marah karena tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi. Saya meminta penjelasan dokter secara ilmiah,” tunturnya.

Sementara Roy Sidabutar menambahkan, pihaknya telah sering menuntut penjelasan dari pihak rumah sakit. Terutama untuk membuka hasil laboratorium dan dasar tindakan media yang dilakukan kepada anak dari Afner.

Seperti diketahui, orangtua dari bayi yang diduga menjadi korban malpraktik telah melaporkan pihak RSUD ke Polda Kalteng pada awal Februari 2024. Bahkan LBH Genta Keadilan turut mendampingi orangtua bayi tersebut saat memberikan laporan.

Baca Juga :  BNNP Kalteng Bekuk 4 Pengedar Sabu Lintas Provinsi

Pendiri LBH GK Parlin Bayu Hutabarat mengatakan, setelah mempelajari kasus tersebut pihaknya meyakini adanya kelalaian dan ketidakseriusan dari tenaga medis RSUD. Hal itu pula yang diduga kuat menjadi penyebab bayi berjenis kelamin laki-laki dengan usia 16 hari tersebut kehilangan nyawa usai menjalani operasi.

“Bahkan terindikasi ada kelalaian sehingga berakibat fatal bagi keselamatan (nyawa) bayi tersebut,” kata Farlin.

Parlin menambahkan, dugaan tidak serius dan lalai karena penempatan bayi pasca operasi tidak di ruang khusus bayi. Padahal bayi yang baru lahir sangat rentan sebagaimana perawatan Neonatal pada bayi.

“Atas dasar itu kami dari LBH akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas demi memperbaiki pelayanan medis terhadap masyarakat,” tegasnya. (ran)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Arton Dohong Nahkodai DPD PDIP Kalteng

Metro Palangka Raya

Dua Pengedar Disergap Polisi Saat Bertransaksi

Metro Palangka Raya

Pelaku Penggelapan Motor Dibekuk Polisi

Metro Palangka Raya

Indro Wiyono Jabat Wakapolda Kalteng

Metro Palangka Raya

Mabuk Miras, Seorang Pemuda Tertidur Tepi Jalan

Metro Palangka Raya

Tragis, Wanita Pengidap Epilepsi Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Lintas Kalimantan

5600 Rumah Warga Kurang Mampu Mendapatkan Layanan Sambungan Listrik Gratis

Kobar

Dilempari Batu OTK, Sopir Bus Yessoe Luka Serius