Home / Metro Palangka Raya

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:05 WIB

Kejari Turut Geledah Rumah Mantan Pejabat dan Staf UPR

Petugas Kejari Palangka Raya saat menggeledah Gedung Pascasarjaa UPR, Jumat (23/2). (Foto : Rangga)

Petugas Kejari Palangka Raya saat menggeledah Gedung Pascasarjaa UPR, Jumat (23/2). (Foto : Rangga)

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com– Tim jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) begitu serius mengungkap dugaan tindak pidana korupsi pada program studi pascasarjana di Universitas Palangka Raya (UPR). Buktinya, tidak hanya gedung pascasarjana namun rumah mantan pejabat dan mantan staf yang kini menjadi pengajar di UPR juga tak luput dari penggeledahan.

Penggeledahan di rumah mantan pejabat berinisial YL dan pengajar itu terpaksa dilakukan setelah tim jaksa tidak menemukan sejumlah dokumen di gedung pascasarjana. Pasalnya dokumen yang dicari dinilai sebagai petunjuk penting untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Baca Juga :  Dua Pelaku Perdagangan Trenggiling Diringkus Polisi

“Penggeledahan dilanjutkan ke rumah mantan pejabat dan staf karena dokumen yang kita perlukan di gedung pascasarjana justru tidak ada,” kata Kepala Kejari Palangka Raya Andi Murji Machfud melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel Datman Ketaren, Jumat (23/2/2024).

Datman menambahkan, penggeledahan di rumah dilakukan setelah menerima informasi jika dokumen yang berkaitan dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari tahun 2018 hingga tahun 2022 itu diduga berada di rumah YL.

Baca Juga :  Pengendara Diimbau Perhatikan Keselamatan Saat Mudik

“Dokumen yang seharusnya ada di gedung Pascasarjana justru diduga berada di rumah sehingga kita lakukan penggeledahan. Hasilnya ada beberapa dokumen kami amankan untuk dipelajari,” ungkapnya.

Penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi itu berawal dari laporan sejumlah mahasiswa. Dimana ada dugaan biaya kegiatan yang diakomodir melalui DIPA justru masih dibebankan kepada mahasiswa. Salah satunya kegiatan tes pengetahuan akademik.

”Penggunaan uang tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan untuk dugaan adanya kerugian negara, masih dalam pemeriksaan tim auditor,” tandasnya. (ran)

Share :

Baca Juga

Metro Palangka Raya

Tertidur Pulas, Dua Ponsel Raib Digasak Maling

Metro Palangka Raya

Di Lokasi Bocah SMP Tenggelam, Pernah Muncul Seekor Buaya

Metro Palangka Raya

Bawa Sabu, Tiga Pemancing Diciduk Polisi

Metro Palangka Raya

Teroris Rencanakan Sasaran Aksi di Jakarta, Target Kalteng Jadi Lokasi Uzla

Metro Palangka Raya

BNNP Kalteng Sebut 2 Kg Sabu Nyaris Beredar di Kotim

Lintas Kalimantan

Industri di Kalimantan Beralih ke Listrik PLN, karena Lebih Efesien

Metro Palangka Raya

Nelayan Temukan Patung Kuda Berusia Ratusan Tahun

DPRD Kota

Jelang Nataru, Objek Wisata Perlu Inovasi