



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com– Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan segera dimulai. Menariknya dalam pesta demokrasi tahun ini adalah cukup besarnya suara dari kalangan pemilih pemula yang mencapai 70 persen. Artinya dibutuhkan edukasi politik yang cukup besar pula kepada para pemilih pemula.
“Pemilih pemula perlu mendapatkan edukasi politik ditengah membanjirnya arus informasi di media sosial dan platform digital,” kata anggota DPRD Kalteng Sengkon, Senin (15/1/2024).
Menurut Sengkon, betapa pentingnya mengkomunikasikan dam mensosialisasikan makna pemilu kepada generasi muda. Edukasi kepada pemilih pemula memiliki arti penting karena kebanyakan merupakan generasi yang menerima pendidikan politik melalui konten media sosial yang dipublikasikan tanpa filterisasi.
“Mereka melihat konten-konten dan ada yang kena hoaks dan lain sebagainya. Nah ini mungkin perlu juga edukasi poltik buat generasi muda ini,” ujarnya.
Sengkon berharap pemilih pemula terlebih dahulu memahami tentang politik agar hak suaranya juga berdasarkan hati nurani. Selain itu membuat mereka tidak mudah terjabak dalam narasi politik yang berbau hoaks, ujaran kebencian dan memecah-belah.
“Hak suara itu harus disalurkan sesuai dengan hati nurani tanpa paksaan,” ujarnya.
Sengkon mengharapkan edukasi politik untuk pemilih muda akan mendorong mereka tidak terseret oleh arus informasi hoaks. Apalagi berujung memberikan reaksi-reaksi yang menajamkan perbedaan-perbedaan.
“Akan sangat baik jika para pemilih pemula bisa melewati Pemilu 2024 dengan kultur baru bagi politik Indonesia,” tandasnya. (ran)