Pencairan Insentif Mantir dan Damang Dipertanyakan

Anggota DPRD Kalteng Freddy Ering.

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Anggota DPRD Kalteng Freddy Ering mempertanyakan terlambatnya pencairan insentif mantir adat dan damang. Dia juga mengaku heran atas keterlambatan tersebut karena biasanya sudah dicairkan pemerintah provinsi setiap enam bulan sekali.

Hal tersebut disampaikan Freddy setelah Mantir Adat Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya Bunsian mengeluhkan terlambatnya pencairan insentif. Bahkan sudah sembilan bulan belum ada pencairan.

Menurut Ketua Komisi I membidangi pemerintahan, hukum dan keuangan ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan badan keuangan pemerintah provinsi. Terkait belum cairnya insentif mantir dan damang.

“Hal ini memang kerap kami dengar saat reses. Tidak hanya mantir dan damang di Palangka Raya tapi juga di Kapuas dan Pulang Pisau,” ungkap Freddy.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mendorong agar Pemprov melalui instansi terkait segera mencairkan insentif mantir dan damang tersebut. Sebab insentif itu sangat berarti bagi mereka, khususnya untuk menenuhi kehidupan keluarga.

Sementar itu menurut Bunsian, selama sembilan bulan pihaknya belum ada menerima insentif. Ia berharap pemerintah provinsi dapat mengingatkan instansi terkait untuk segera mencairkan insentif dimaksut.

“Saya mewakili yang lain mempertanyakan kendala apa yang membuat insentif sampai bulan sembilan belum keluar. Biasanya setiap rnam bulan sudah cair,” tanyanya. (ran)

Berita Terkait