Home / Hukum Kriminal / Nasional

Sabtu, 15 Juli 2023 - 08:17 WIB

17 Pelaku TPPO Sindikat Internasional Diringkus Polisi

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes. Pol. Roberto GM Pasaribu saat memperlihatkan alat bukti kepada awak media, saat press release, Jumat (14/7). (Foto : istimewa)

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes. Pol. Roberto GM Pasaribu saat memperlihatkan alat bukti kepada awak media, saat press release, Jumat (14/7). (Foto : istimewa)

JAKARTA, KaltengEkspres.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Soekarno-Hatta, Banten meringkus 17 orangĀ  pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan korban sebanyak 374 orang.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes. Pol. Roberto GM Pasaribu, mengatakan, pengungkapan terhadap tersangka ini dilakukan sejak periode Januari-Juli 2023.

Para tersangka terdiri dari pria dan perempuan yang masing-masing berinisial AFA (38) asal Jawa Barat, EN (54) asal Jawa Barat, TH (39) asal Jakarta, AEJA (24) asal Jakarta, LD (33) asal Jakarta dan AS (43) asal Jawa Barat.

Kemudian, AS (61) asal Jawa Barat, LM (36) asal Jawa Barat, DLD (24) asal Banten, A (40) asal Jakarta.

“Ditambah lagi, AAA (38) asal Banten, ER (37) asal Banten, BH (31) asal Banten, Y (43) asal Banten, SHS (26) asal Jakarta serta JD (21) asal Labuan Batu,” ungkapnya, Jumat (14/7/23).

Baca Juga :  Polda Sulteng Ungkap Kasus Pencucian Uang

Pasaribu menjelaskan, untuk modus yang dilakukan dari para sindikat jaringan internasional itu adalah dengan mengiming-imingi korban menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural sebagai asisten rumah tangga, operator judi online dan pelayan restoran.

“Sedangkan ada tiga negara tujuan menjadi target sindikat TPPO internasional ini, baik Asia Tenggara seperti Kamboja, Vietnam serta Malaysia. Kemudian Timur Tengah yakni, Arab Saudi dan Abu Dabi, maupun Benua Afrika yaitu, Sudan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ratusan PMI ilegal yang menjadi korban para tersangka itu terdiri dari 11 daerah di Indonesia yakni, Jawa Barat, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara dan Belitung.

Baca Juga :  Mayoritas Korban Gempa Cianjur Alami Patah Tulang

“Bila dikonversi atas aksi perdagangan orang ini bernilai Rp5,1 miliar dari jumlah korban yang diselamatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Reza Fahlevi, menambahkan dari 17 tersangka ini terbagi tiga negara tujuan yaitu dari Asia Tenggara sebanyak sembilan orang tersangka. Kemudian Timur Tengah ada lima tersangka dan Afrika ada satu tersangka.

Atas perbuatan para pelaku terancam Pasal 83 JO 68 dan atau Pasal 81 JO 69 dan atau Pasal 72 jo Pasal 5 UU No 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Pasal 4 UU No 21 tahun 2007 tentang TPPO dengan ancaman 15 tahun penjara. (arif)

Share :

Baca Juga

Nasional

Telah Terjadi Peningkatan Arus Mudik Libur Nataru

Hukum Kriminal

Membandel, Puluhan Remaja Balap Liar Diangkut Polisi

Hukum Kriminal

Tertangkap Basah, Pencuri di Ketapang Babak Belur Dihakimi Warga

Lintas Kalimantan

PLN Teken Kerjasama Ketenagalistrikan dengan Tanesco

Kotim

Dukung Program JKN-KIS, Pemerintah Bantu Iuran 125 Juta Jiwa Masyarakat Indonesia

Nasional

Polisi Ciduk Tiga Penambang Emas Ilegal

Metro Palangka Raya

PLN Masuk Jajaran 10 Besar Perusahaan Terbaik Asia Tenggara Versi Fortune

Nasional

Hotel di Panglima Polim Berkobar, Tiga Orang Tewas