Home / Pemprov Kalteng

Jumat, 24 Februari 2023 - 12:27 WIB

Perlunya Pemahaman Literasi Digital

Kepala Diskominfosantik Agus saat menyampaikan materi  ketika menjadi narsum di kegiatan seminar DPD PIKI, Jumat (24/2). (Foto : Tomi)

Kepala Diskominfosantik Agus saat menyampaikan materi ketika menjadi narsum di kegiatan seminar DPD PIKI, Jumat (24/2). (Foto : Tomi)

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) menggelar seminar pelajar dan mahasiswa kategori remaja dengan mengangkat tema cakap budaya digital, sebagai penguatan karakter bangsa.

Seminar ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng Agus Siswadi dan Anggota DPD RI Kalteng Agustin Terang Narang, bertempat di lantai 2 Gedung Rektorat – Universitas Palangka Raya, Jumat (24/2/2023).

Teras Narang mengatakan seminar kali ini mengangkat masalah yang sangat penting yakni Cakap Budaya Digital sebagai Penguatan Karakter Bangsa.

“Kalau kita mengikuti era sekarang ini, betapa cepatnya perubahan yang terjadi. Kita tahu sekarang ini memasuki era revolusi industri 4.0 dan kemudian mengenal tentang society 5.0 dan sekarang berkembang luar biasa adalah berkenaan dengan teknologi informasi. Dunia sekarang tidak ada jendela, dan dinding-dinding penyekat. Seketika kita mencet HP seketika seluruh daerah-daerah di dunia akan dapat menerima apa yang kita sampaikan”, kata Teras saat menyampaikan sambutannya.

“Tentu dengan keleluasaan yang luar biasa ini, kita harus berhati-hati. Apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Di sini kita berbicara dengan masalah sosial budaya, pergaulan dan digitalisasi dalam bidang keuangan. Berdasarkan data dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia hanya lebih kurang 60 persen lebih terjangkau oleh internet. Berarti 40 persen dari jumlah 272 juta jiwa penduduk Indonesia belum merasakan atau mengenal informasi teknologi”, ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Bersama Polda Kalteng Gelar Rakor Lintas Sektoral

Teras berpesan berkenaan dengan masalah budaya digital, kalau tidak sekarang memahaminya, kapan lagi. Kalau bukan kita yang memahaminya, siapa lagi.

Sementara itu, Kadis Kominfosantik Kalteng Agus Siswadi menjelaskan, Literasi Digital merupakan kemampuan dalam mengolah data dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

Menurutnya, berdasarkan Seri Buku Litrasi Digital Kerangka Literasi Digital Indonesia, Literasi Digital merupakan kemampuan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengomunikasikan konten/informasi, dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.

“Di era digital teknologi mengubah cara orang menerima Informasi. Dunia berubah, kita harus ikut berubah jika tidak ingin tertinggal”, ucap Agus.

Agus mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa yang hadir diseminar mengenal perbedaan dua generasi yakni Generasi Imigran dan Generasi Digital.

Generasi Imigran ini lanjut dia, memiliki karakter seperti media digital dianggap hanya menambah kerumitan kerja, media digital dianggap milik elit pemerintah, gagap atau tidak mau belajar mengoperasikan perangkat digital, media digital dianggap menimbulkan ancaman bagi diri sendiri dan media digital dianggap membahayakan generasi muda.

Baca Juga :  Jadikan Rakornis Evaluasi Hasil Pembangunan Kehutanan

Sedangkan generasi digital memiliki karakter seperti memudahkan hidup, dimiliki semua orang, keinginan untuk belajar, dipandang bermanfaat serta fasilitas untuk eksis.

Perbedaan cara belajar Generasi Imigran dan Generasi Digital ini tambah Agus, yakni pada Generasi Imigran, seperti belajar dipahami sebagai hal serius dan harus dengan cara serius, sumber belajar berupa buku, konsentrasi pada satu masalah, berpikir linear, pelit terhadap pengetahuan, proses pembelajaran lebih banyak menggunakan metode ceramah.

Sementara pada Generasi Digital, seperti belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan, karena bisa dilakukan dari banyak hal (bermain game, menonton film, dll),  sumber bacaan tidak terbatas dari buku/teks (Video, lagu, Film, Game), mengandalkan sumber belajar yang beragam, belajar dapat dilakukan sambil menghibur diri, senang berbagi pengetahuan untuk pihak lain serta proses pembelajaran lebih senang dengan cara berbagi.

“Generasi Milenial atau disebut generasi Y telah memasuki abad 21. Karenanya milenial dituntut memiliki kecakapan dan keterampilan yaitu 4C atau Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving serta Creativity and Innovation”, tandasnya. (asro)

Share :

Baca Juga

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Harapkan Kakanwil Baru Bisa Sinergi

Pemprov Kalteng

Kalteng Daerah Pertama Realisasikan ASN BerAkhlak

Pemprov Kalteng

Kalteng Terima 10 Ribu APD dan 3 Ribu Masker

Pemprov Kalteng

Wujudkan Kalteng Merdeka dari Karhutla

Pemprov Kalteng

Pemprov Siap Perkuat Kerjasama dengan BI

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Gagas Inventarisasi Potensi Daerah

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Sebut Sebaran Titik Api Semakin Banyak

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Siapkan Tiga Program Pencegahan Stunting