Home / Barito

Rabu, 28 Desember 2022 - 00:21 WIB

KPPN Buntok Gelar Press Release Kinerja 2022

Petugas KPPN Buntok saat menggelar press release di Kantor KPPN setempat, Selasa (27/12). (Foto : Syarif/KaltengEkspres.com)

Petugas KPPN Buntok saat menggelar press release di Kantor KPPN setempat, Selasa (27/12). (Foto : Syarif/KaltengEkspres.com)

Buntok,KaltengEkspres.com – KPPN Buntok yang merupakan Kuasa BUN (bendahara umum negara) yang berlokasi pada Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Wilayah fiskal regional KPPN Buntok mencakup 4 kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah yang terdiri dari Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Timur, dan Kabupaten Murung Raya, mengelar Press Release 23 Desember 2022 lalu.

Dalam Press Release tersebut, disampaikan kinerja APBN Sampai dengan akhir November 2022, realisasi pendapatan APBN di 4 kabupaten wilayah kerja KPPN Buntok mencapai Rp1.119,76 miliar, mengalami kenaikan Rp452,37 miliar (67,8% yoy).

“Kontributor utama atas tingginya pertumbuhan penerimaan tersebut berasal dari komponen penerimaan perpajakan, yaitu penerimaan PPh yang naik sebesar 541 miliar (90,4 yoy) dan Pajak Bumi dan Bangunan yang naik sebesarRp269,02 M dengan kenaikan 144,09 miliar (115,3% yoy),” kata kepala KPPN Buntok, Bambang Sri prastyono kepada awak media Selasa (27/12).

Ia menjelaskan, penerimaan PPh, kenaikan tersebut disokong oleh PPh Non Migas akibat pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. Peningkatan juga terjadi pada jenis penerimaan PBB akibat dari Sektor Pertambangan dan Penggalian (terutama batubara) yang mengalami pertumbuhan secara signifikan.

Selanjutnya, realisasi PNBP sampai dengan November 2022 mencapai Rp11,69 miliar atau mengalami kenaikan Rp4,29 miliar (58% yoy) dengan kontribusi terbesar berasal dari penerimaan dari jasa layanan kepolisian.

“Pada sisi lain, kinerja Belanja APBN mencapai Rp4.117,11 miliar (93,0%) mengalami pertumbuhan 371,72  (9,9% yoy).Belanja Kementerian Negara/ Lembaga (K/L) mencapai Rp385,11 miliar (86,6%) yang mengalami kontraksi sebesar (-1,6%),”

Baca Juga :  Gubernur Sugianto Sabran Tinjau Ruas Jalan Eks Pertamina di Bartim

“Penurunan realisasi di Tahun 2022 disebabkan menurunnya alokasi belanja modal dari Rp46,91 miliar di tahun 2021 menjadi Rp8,77 miliar di Tahun 2022. Adapun realisasi setiap komponen belanja K/L yaitu, Belanja Pegawai mencapai Rp245,33 miliar (89,7%), Belanja Barang mencapai Rp133,57 miliar (84,1%) serta, Belanja Modal mencapai Rp6,22 miliar (55%),”

Sedangkan, realisasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa mencapai Rp3.984,33 miliar (94%) mengalami pertumbuhan sebesar 4,5% (yoy). Dalam hal ini, penyaluran DAK Fisik menjadi penyumbang pertumbuhan sebesar Rp441,31 miliar tumbuh 25,5% (yoy). Selanjutnya, penyaluran Dana Desa mencapai Rp328,45 miliar (93,61%) dengan rincian realisasi Non BLT sebesar Rp172,27 miliar, realisasi BLT sebesar Rp116,9 miliar, dan realisasi realokasi Rp18,2 miliar,’

Kinerja APBD Realisasi Pendapatan APBD 4 kabupaten wilayah kerja KPPN buntok mencapai Rp3.984,33 miliar (90,2%). Pendapatan terbesar berasal dari TKDD sebesar Rp3.988,50 miliar (94%). Hal tersebut menunjukkan masih tingginya tingkat ketergantungan pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat.

“Rasio belanja terhadap pendepatan daerah sebesar 79,12%. Sementara itu, belanja daerah masih didominasi belanja operasional dengan realisasi Rp2.187,92 miliar,”

Untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah, pemerintah daerah di lingkup wilayah kerja KPPN Buntok dapat melakukan hal-hal diantaranya melakukan akselerasi kegiatan dan pengadaan barang/jasa untuk mempercepat.

kemanfaatan output dan menghindari pengendapan dana APBD terlalu lama. Mempercepat pemenuhan dan penyampaian syarat penyaluran TKDD. Pembiayaan UMKM Penyaluran KUR Penyaluran KUR di wilayah kerja KPPN Buntok hingga 30 November 2022 sebesar Rp630,48 miliar kepada11.252 debitur.

Baca Juga :  Polsek, Koramil dan Pihak Kecamatan Jenamas Sambangi Kediaman Penderita Hidrosefalus

“Sementara Kabupaten Barito Utara menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar yang mencapai Rp262,69 miliar. Berdasarkan klasifikasi sektor usaha, penyaluran KUR terbesar berada pada sektor perdagangan besar sebesar Rp 291,92 miliar,”

Serta penyaluran UMi di wilayah kerja KPPN buntok sampai dengan 30 November 2022 sebesar Rp144,5 juta kepada 20 debitur, mengalamin  peningkatan 282,9% dibandingkan tahun 2021.

“Penyaluran Umi terbanyak terdapat di Kabupaten Barito Timur sebanyak 16 debitur sebesar Rp97,96 juta. Pegadauan menjadi satu-satunya penyalur kredit Umi di wilayah kerja KPPN Buntok,”

Sebagai rekomendasi untuk penyaluran UMi, pemerintah daerah dapat menjalin Kerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah sebagai upaya memperluas penyaluran kredit UMi melalui kerja sama program. Sedangkan Current Issuses, yaitu Perkembangan Covid-19 yang terkendali oleh karena itu satuan kerja K/L dan khususnya pemda untuk mempercepat pelaksaan kegiatan secara massif dengan memanfaatkan kondisi pandemi yang terkendali.

“Sinkronisasi NIK dengan NPWP dimana NPWP format lama masih dapat digunakan hingga 31 Desember 2023 dikarenakan belum seluruh layanan administrasi dapat mengakomodasi format baru.

“Mulai 1 Januari 2024 seluruh layanan administrasi perpajakan dan layanan lain yang membutuhkan NPWP, akan menggunakan NPWP format baru, dan Perkembangan inflasi pasca kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi,” tutupnya. (syarif)

 

Share :

Baca Juga

Barito

Maksimalkan Persiapan Kunjungan Wasev, Dandim Buntok Pimpin Rapat

Barito

Usai Ditutup, Kepala Staf Korem 102/Pjg  Tinjau Pos Kotis TMMD

Barito

Pasiter Kodim Buntok Turun Tangan Cek Kwalitas Material TMMD

Barito

Bejat, Kakek Berusia 62 Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur

Barito

Malam Hari dan Diguyur Hujan, Pekerjaan Jalan TMMD Desa Terus Berlanjut

Barito

Camat Raren Batuah Sambut Kedatangan Tim Wasev

Barito

Mantap! Polsek Dusun Tengah  Mou Dengan Puskesmas  Ampah

Barito

Wakil Ketua I DPRD Barsel Hadiri Penutupan MTQ