Home / Barito

Rabu, 30 November 2022 - 15:04 WIB

Ciptakan Pribadi Positif Dalam Pelayanan

Buntok,KaltengEkspres.com – Budaya Kerja Kementerian keuangan telah dicanangkan, sehingga diharapkan seluruh pegawai Kementerian Keuangan dapat mengamalkannya.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara adalah Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada dalam baris depan, berhubungan langsung dan memberikan layanan dengan Satuan Kerja dan Masyarakat, tentunya setiap pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dituntut tidak hanya keahlian atau latar belakang pengetahuan pegawai saja yang berperan dalam memberikan pelayanan.

Namun juga hal-hal lain seperti perilaku, kepribadian dan etika kerja yang dibentuk oleh pribadi pegawai dalam pelayanan kepada stakeholder yang tentunya dapat mempengaruhi kinerja organisasi, baik itu kesan positif maupun negatif, hal itu bisa sangat berpengaruh pada kwalitas layanan yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

“Sehingga layanan yang diberikan tersebut dapat diterima dengan baik oleh para pemangku kepentingan dan bahkan dengan berperilaku untuk menjadi pribadi yang baik akan berpengaruh pada kemajuan karir pegawai,”

Karena itu, kesan pribadi yang positif sangat berpengaruh dan tidak boleh diremehkan. Membentuk kesan pribadi positif tidak perlu dengan cara-cara yang berlebihan, bersikap terlalu loyal dan semacamnya yang malah akan membuat layanan yang diberikan kelihatan tidak tulus. Ada banyak cara yang lebih sederhana, tepat sasaran dan memiliki dampak yang sangat positif baik bagi pribadi pegawai sendiri maupun orang lain dilingkungan kantor jika dilakukan dengan benar.

Berikut beberapa di antaranya : Berpakaian dengan rapi saat pelayanan, secara umum yang harus dilakukan di semua Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dalam memberikan pelayan adalah telah diatur pakaian kerja yang harus dikenakan oleh pegawai khususnya yang melakukan layanan kepada Satuan Kerja.

Perlu dipahami selain pakaian yang dikenakan hendaknya juga menghindari semua yang berlebihan dan tetap dituntut untuk memadukan gaya berpakaian dan berdandan agar serasi. Sebaliknya, pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara juga tidak bisa terlalu cuek sehingga datang ke kantor dengan wajah lesu dan kusam, tubuh mengeluarkan bau kurang sedap atau pakaian yang dikenakan seperti tidak disetrika.

Mempelajari Budaya lokal dengan tepat, mengiat setiap daerah memiliki ciri dan peradaban serta adat istiadat yang berbeda dalam segi kultur, budaya, kebiasaan dan juga cara berkomunikasi, sehingga setiap pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang ditempatkan di suatu daerah harus memahami hal-hal tersebut. Standar layanan yang telah diatur memang telah memadai namun terkadang belum tentu tepat jika dijalankan dengan apa adanya saja.

Baca Juga :  Jual Sabu, Warga Sei Rahayu Diringkus Polisi

“Pernahkah kita terpikirkan ketika ada Satuan Kerja yang datang ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara kemudian kita menyapa dengan standar yang telah baku contohnya dengan kalimat sapaan, Selamat pagi, apa yang bisa saya bantu? dan seterusnya, terkadang nampak layanan kita menjadi kaku dan terkesan kurang  bersahabat.

Terkadang di daerah tertentu sapaan disesuaikan dengan keadaan dari Satuan Kerja yang ada sehingga setiap tamu yang datang merasa dilayani dengan ramah dan menyenangkan.

Kemudian selain dari beberapa faktor diatas, tentunya kondisi dari setiap Satuan Kerja di setiap daerah juga berbeda-beda. Keterbatasan Sumber Daya Manusia dan Sarana Komunikasi yang tersedia merupakan hal yang masih menjadi penyebab rendahnya satuan kerja memahami berbagai peraturan yang ada dinamis dan setiap saat berubah.

Tuntutan layanan dari satuan kerja yang selalu meningkat dan ingin lebih baik tentunya harus mendapat perhatian dari para petugas pelayanan sehingga diperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat dari tahun ke tahun semakin baik. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang berada di daerah masih menjadi sentral rujukan bagi satuan kerja terutama dalam memahami berbagai peraturan perbendaharaan sehingga peran “KPPN sebagai Guru” memang masih sangat diperlukan.

Berada ditempat layanan tepat Waktu Keberadaan petugas ditempat layanan sangat penting, terkadang satuan kerja datang ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sesuai dengan kepentingan, maka keberadaan petugas layanan sangat menentukan kualitas layangan yang diberikan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara sehingga dipandang siap setiap saat.

“Gunakan waktu kerja pegawai seefektif mungkin dan hindari menunda pekerjaan, jika pegawai kerap terlambat menyelesaikan tugas layanan yang diberikan atau suka datang terlambat, akan menimbulkan kesan kurang kompeten walaupun pegawai tersebut memiliki kemampuan yang cukup dan cerdas. dengan bekerja secara efektif sehingga membuat waktu lebih efektif juga,”

Selain itu, hindari bersikap menyalahkan keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki oleh setiap satuan kerja, serta pelaksanaan berbagai perubahan peraturan yang dinamis tentunya diperlukan penanganan/ pemahaman oleh satuan kerja.

“Ketika terdapat satuan kerja yang melakukan kesalahan dalam suatu pekerjaan,hindari menyalahkan orang lain atau mencari-cari alasan. Bersikaplah siap menawarkan suatu solusi untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh satuan kerja tersebut.

Walaupun kemungkinan masalah tersebut belum dapat diselesaikan dan masih akan diteruskan ke Kantor Wilayah atau Kantor Pusat, namun kehadiran petugas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dengan sikap menawarkan solusi jelas akan mendapat nilai lebih dalam hal sikap. Jaga nama baik Kantor dan Pertahankan Etika Kerja

Baca Juga :  Salah Satu Warga Sibung Yang Rela Tak Dibayar Bekerja di TMMD

“Hal-hal yang termasuk pelanggaran etika kerja bukan hanya berupa hal-hal berat, namun juga bisa berupa hal kecil seperti mengobrol berlebihan dengan ponsel saat

bekerja, tertawa dan mengobrol keras-keras di ruang kerja di luar jam istirahat, tidak mematikan ponsel saat memberikan layanan, tidak menggunakan kata-kata dan format yang pantas saat mengirim email resmi dan sejenisnya. Hal-hal kecil ini tidak bisa dianggap remeh karena sedikit banyak menimbulkan kesan mendalam pada orang lain,”

Bekerja tidak harus merasa diawasi, tapi harus dilakukan dengan sadar dan iklas, walaupun Unit Kepatuhan Internal telah dibentuk untuk melakukan berbagai pengendalian namun menjadi tidak bermanfaat jika dalam bekerja hanya dilakukan

dengan baik saat diawasi saja Pelayanan Prima Tantangan tugas KPPN dimasa mendatang bukan hanya terkait dengan pelayanan kepada satuan kerja dalam hal pencairan dana, namun lebih luas lagi antara lain tugas

Sosialisasi berbagai peraturan dan Aplikasi, Koordinasi kepada Pemda dalam rangka Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa, Monev UMi, Monev KUR serta pekerjaan analisis berbagai laporan.Pelayanan prima yang menjadi “motto” dan “janji layanan”

Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan khususnya Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara adalah merupakan layanan yang harus dilaksanakan lebih baik guna memuaskan pelanggan(satuan kerja yang kita layani). Untuk mencapai

keberhasilan dalam pelayanan prima tentunya diperlukan perpaduan dan keselarasan antara sikap, tindakan, kepandaian, penampilan dan tanggung jawab.

Sehingga setiap petugas pelayanan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara harus memiliki itu semua, Ilmu serta kepandaian tentunya sudah kita miliki, didukung dengan tenaga

pegawai Program Diploma yang telah dipersiapkan mulai saat belajar di Kampus hingga telah diangkat menjadi pegawai negeri tentunya telah cukup memadai namun tetap terus harus ditingkatkan, kemudian diselaraskan dengan penampilan yang rapi, sikap serta perilaku yang baik dalam pelayanan ditambah lagi dengan memahami budaya local serta karakter dan permasalahan Satuan Kerja yang dilayani serta selalu

menjaga Integritas, bekerja dengan hati dan keikhlasan dan bekerja dengan baik walaupun tidak diawasi.

“Jika semua itu kita lakukan maka Visi Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menjadi Pengelola Perbendaharaan yang unggul di tingkat  dunia pastilah bukanlah hanya angan-angan tapi semua itu pasti dapat kita capai,”

Oleh :Trianto

Kantor KPPN Buntok

 

Share :

Baca Juga

Barito

Tak Kuat Nanjak, Truk Dum Terbakar, Sopir Tewas Terpanggang

Barito

Wakil Ketua I DPRD Barsel Hadiri Penutupan MTQ

Barito

Damdim 1012/BTK Apresiasi Dukungan Pemkab dan Masyarakat Terhadap TMMD

Barito

Ketua DPRD Barsel Lantik Anggota Dewan PAW

Barito

PN Buntok Telaah Permohonan Basri Terkait Eksekusi Lahan Dikuasai PT Adaro

Barito

Sadis, Suami Tega Aniaya Istri Hingga Babak Belur

Barito

Kunker Ke Barsel, Kapolda Kalteng Laksanakan Berbagai Kegiatan

Barito

Akan Ada Kunjungan Wasev, Dandim1012 Pimpin Rapat Persiapan