Home / Pemko Palangka Raya

Jumat, 21 Oktober 2022 - 12:07 WIB

Dinkes Larang Penjualan 5 Jenis Obat Sirup di Apotek

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, dgr Andjar Hari Purnomo saat memberikan keterangan kepada awak media, di Kantor Dinkes setempat, Jumat (21/10/2022). (Foto : Asro).

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, dgr Andjar Hari Purnomo saat memberikan keterangan kepada awak media, di Kantor Dinkes setempat, Jumat (21/10/2022). (Foto : Asro).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya merespon cepat imbuan dari Kementerian Kesehatan terkait sejumlah obat sirup yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut pada anak balita seperti isu yang beredar saat ini.

Menyikapi ini, Dinkes Kota Palangka Raya sudah meminta agar semua fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara waktu tidak melakukan terapi pasien menggunakan obat sirup.

Tak hanya itu, pihaknya juga mensosialisasikan kepada semua Apotek untuk sementara dilarang menjual obat sirup yang memiliki kandungan zat yang bisa memicu terjadinya gangguan ginjal akut pada anak.

Baca Juga :  Stok Menipis, Orang Tua Siswa Diberi Pengecualian

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dgr Andjar Hari Purnomo mengatakan, kebijakan ini diambil sambil menunggu otoritas obat atau BPOM memfinalisasi hasil penelitian kuantitatifnya.

“Kemenkes juga sudah mengambil posisi konservatif dengan melarang sementara penggunaan obat-obatan sirup, karena balita yang teridentifikasi AKI (accute kidney injury) sudah mencapai 70-an per bulan dengan fatality atau kematian rate mendekat 50 persen,”ungkap drg Andjar, Jumat (21/10/2022).

Andjar menyebutkan, saat ini pihaknya telah menerima data dari Kemenkes bahwa pasien balita yang terkena AKI terdeteksi memiliki 3 zat kimia berbahaya (ethylene glycol-EG, diethylene glycol-DEG, ethylene glycol butyl ether-EGBE).

Baca Juga :  Fairid Terima Kunjungan PAC GP Ansor Jekan

Ketiga zat kimia ini merupakan impurities dari zat kimia tapi tidak berbahaya yakni polyethylene glycol yang sering dipakai sebagai solubility enhancer di banyak obat-obatan jenis sirup.

Selama ini lanjut dia, ada beberapa jenis obat sirup yang digunakan oleh pasien balita yang terkena AKI terbukti memiliki EG, DEG, dan EGBE yang seharusnya tidak ada/sangat sedikit kadarnya di obat-obatan sirup tersebut.

Meski demikian pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak cemas terhadap isu ini, karena masih ada sirup yang beredar yang aman untuk diminum. (as/hm)

 

Share :

Baca Juga

Pemko Palangka Raya

Pemko Gagas Program Kampung Bersinar

Pemko Palangka Raya

Disdukcapil Kota Raih Penghargaan dari KPU

Pemko Palangka Raya

Pemko Siap Tindaklanjuti SE Gubernur Kalteng

Pemko Palangka Raya

20,12 Persen Lansia Telah Divaksinasi

Pemko Palangka Raya

Pemko Terima Kunjungan Deputi Kemenpan RB

Pemko Palangka Raya

Wali Kota Lepas Peserta Jalan Sehat Hardiknas

Pemko Palangka Raya

Masyarakat Diminta Manfaatkan Bank Sampah

Pemko Palangka Raya

Satgas Covid-19 Data Warga Isoman