Benahi Desa Tertinggal yang Belum Teraliri Listrik

Wakil Ketua DPRD Kotim Rudianur saat memberikan keterangan kepada awak media.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Rudianur mengungkapkan, salah satu indikator desa disebut sebagai desa tertinggal karena tidak adanya listrik. Hal ini banyak ditemui di desa-desa daerah pedalaman Kotim.

Bahkan, 15 persen desa di Kotim saat ini dinyatakan sebagai desa tertinggal. Tidak adanya listrik membuat jaringan internetpun tidak ada. Hal ini juga mengakibatkan ketertinggalan di segala bidang, termasuk bidang kesehatan dan pendidikan yang paling diperlukan oleh masyarakat.

“Saat ini, listrik merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam aktivitas sehari-hari. Terlebih, hampir semua kegiatan memanfaatkan energi listrik. Bahkan sudah ada beberapa inovasi teknologi yang memanfaatkan energi surya sebagai sumber utama listrik,” kata Rudianur (14/7).

Pentingnya akan kebutuhan listrik tersebut lanjut dia, sudah seharusnya tidak hanya terdapat di kota-kota besar, tetapi perlu juga listrik masuk desa. Untuk itu ia mendorong pemerintah terus menjalin komunikasi dan koordinasi bersama PT PLN untuk mewujudkan Kotim Terang, yakni hingga pelosok. (ahm)

Berita Terkait