Home / Daerah / Lamandau

Kamis, 19 Mei 2022 - 00:14 WIB

Harga TBS Sawit Anjlok, Petani di Lamandau Semakin Merana

ANTRE - Sejumlah angkutan TBS sawit mengatre di salah satu pabrik pengolahan TBS Sawit yang ada di Desa Kujan, Kecamatan Bulik. (Adzzikra El Varsha)

ANTRE - Sejumlah angkutan TBS sawit mengatre di salah satu pabrik pengolahan TBS Sawit yang ada di Desa Kujan, Kecamatan Bulik. (Adzzikra El Varsha)

NANGA BULIK, KaltengEkspres.com – Petani sawit di Kabupaten Lamandau mulai menjerit akibat larangan ekspor crud palm oil (CPO) dan bahan baku minyak goreng lainnya. Petani menjerit karena harga tandan buah segar (TBS) sawit anjlok sejak larangan diberlakukan. Alhasil, harga sawit anjlok drastis pada tingkat petani mandiri.

“Sebelumnya harga TBS tembus Rp 3 ribu lebih. Sekarang ini tinggal Rp 1.500 di peron (pengepul), bahkan harga ada yang di bawahnya,” ujar salah satu petani sawit, Maulana Sjarif. Kamis (19/5/2022).

Warga Desa Liku Mulya Sakti itu mengaku, akibat anjloknya harga TBS sawit, petani mulai merana. Sebab harga sawit anjlok, tapi harga pupuk kimia masih bertahan di harga tertinggi yakni Rp 600-800 ribu/karung 50 Kg.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Salurkan Paket Sembako Kepada Korban Banjir Lamandau

“Mirisnya harga sawit turun. Tetapi harga pupuk masih tinggi, mana bisa petani memupuk lagi. Harga sawit tingkat petani sudah tidak imbang untuk membeli pupuk,” katanya.

Maulana mengaku bisa membeli pupuk kimia dengan harga tinggi. Namun tidak dapat membeli kebutuhan rumah tangga karena kenaikan yang tidak wajar.

Untuk mengatasi mahalnya harga pupuk, petani terpaksa melakukan pemupukan dengan pupuk olahan sisa dari TBS sawit yang sudah diolah perusahaan.

Selain itu, Maulana juga heran karena harga minyak goreng tidak turun. Harga minyak goreng kemasan masih Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu untuk setiap 2 liter.

Baca Juga :  Pria Paruh Baya Terciduk Coba Perkosa Istri Tetangga

“Sawit turun, pupuk minyak goreng masih tinggi. Jadi imbasnya ke petani, berdarah-darah petani sekarang karena harga jatuh,” katanya.

Menyikapi hal itu, Bupati Lamandau Hendra Lesmana langsung menggali informasi ke pabrik pengolahan TBS Sawit. Ada sejumlah fakta yang pihaknya peroleh dari lapangan.

“Kami sudah mengumpulkan sejumlah fakta di lapangan. Selanjutnya akan kami sampaikan ke Gubernur dan pemerintah pusat,” tandasnya.(el/*)

Disclaimer: Artikel ini di produksi oleh kaltengekspres.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab kaltengekspres.com.

Share :

Baca Juga

Seruyan

Stand Pameran HPS DKPP Seruyan Raih Juara Satu

Kobar

KM Putri Ayu Tenggelam di Perairan Kobar

Kobar

Blangko Smart SIM Tersedia, Pemohon SIM Siap Dilayani

Kobar

PLN Rayon Pangkalan Bun Tambah Daya Listrik RSUD Imanuddin

Barito

Zona Merah, Desa Sibung Terlihat Sunyi di Waktu Malam Hari

Kotim

Truk CPO Terbalik, Minyak Berhamburan Menumpahi Sungai Cempaka Mulia Barat

Kotim

4 Penjudi Diringkus, Satu Diantaranya PNS Kotim

Kotim

Aksi Pencurian Ponsel di Sepeda Motor Terekam CCTV