Home / Daerah / Hukum Kriminal / Lamandau

Kamis, 24 Maret 2022 - 13:29 WIB

Sudah Ada Rumah Restorative Justice di Lamandau

POTONG PITA - Wakil Kajati Kalteng Siswanto memotong pita menandai peresmian Rumah Restorative Justice di Desa Bukit Indah, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

POTONG PITA - Wakil Kajati Kalteng Siswanto memotong pita menandai peresmian Rumah Restorative Justice di Desa Bukit Indah, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

Bupati Lamandau : “Keadilan Restoratif Sejalan dengan Kearifan Lokal”

NANGA BULIK, KaltengEkspres.com – Kabupaten Lamandau saat ini resmi memiliki Rumah Restorative Justice (keadilan restoratif) yang berada di Desa Bukit Indah, Kecamatan Bulik.

Rumah Restorative Justice sendiri merupakan penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku atau korban dan pihak lain yang terkait.

Usai meresmikan Rumah Restorative Justice, Wakil Kajati Kalteng Siswanto menjelaskan, keadilan restoratif bertujuan untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

“Sesuai dengan peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 15/2020 itu ada yang namanya Restorative Justice atau perkara pidana bisa diselesaikan tidak harus di pengadilan,” ungkap Siswanto. Kamis (24/3/2022).

Kendati demikian, terang Siswanto, tidak semua tindak pidana ringan bisa diselesaikan melalui Rumah Restorative Justice. Pasalnya, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi sebelum pengajuanya.

Baca Juga :  Skor Integritas Lamandau Tertinggi Se-Kalteng

Diantaranya, lanjut dia, ancamanya kurang dari lima tahun, pelaku belum pernah melakukan tindak pidana sebelumnya, serta adanya kesepakatan dari pihak pelaku dan korban.

“Jika memenuhi syarat, kejaksaan akan menghentikan penuntutan pidana melalui restorative justice, sehingga penyelesaiannya tidak melalui putusan hakim,” beber Siswanto.

Dengan begitu, rasa keadilan tetap ada karena pelaku harus melaksanakan apa yang diinginkan oleh korbannya. Seperti halnya jika korban merasa dirugikan atau merasa tersakiti dan meminta konpensasi, maka hal itu wajib dilaksanakan oleh pelaku.

Adanya Rumah Restorative Justice ini, dimaksudkan sebagai tempat pelaksanaan musyawarah mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan masalah pidana yang terjadi dalam masyarakat dimediasi oleh Jaksa atau Penuntut Umum dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat.

Sementara, Bupati Lamandau Hendra Lesmana mengaku mendukung program yang diluncurkan pihak kejaksaan tersebut. Sebab, dengan adanya regulasi baru tentang Restorative Justice tidak harus dilaksanakan tuntutan di depan majelis hakim.

Baca Juga :  Situasi Keamanan di Katingan Hilir Relatif Kondusif

Hendra berharap agar adanya Rumah Restorative Justice ini bisa diterima oleh masyarakat dengan baik, karena secara sosial hal ini tentu akan lebih sesuai dalam konteks pidana ringan dan sangat membantu masyarakat yang terjerat hukum pidana.

“Saya kira dengan adanya restortive justice di desa nantinya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Bupati berharap melalui Rumah Restorative Justice ini, pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan adat akan dipakai dalam memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana.

“Bahaum (Musyawarah) lebih diutamakan. Ini sejalan dengan kearifan lokal yang berlaku di Kabupaten Lamandau,” pungkas Bupati.(el/*)

Disclaimer: Artikel ini di produksi oleh kaltengekspres.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab kaltengekspres.com.

Share :

Baca Juga

Kotim

Konsumsi Zenith, Sembilan Pelajar di Kotim Diberhentikan

Kotim

Jualan Sabu, Pedagang Sembako Pal 12 Diringkus Polisi

Katingan

Fraksi PDIP Setuju RAPBD 2022 DibahasĀ 

Katingan

Kasus Raibnya Dana APBD Katingan Bakal Menyeret Pejabat dan Mantan Pejabat

Barito

Satgas TMMD Kodim Buntok Bersihkan Jalan Masuk Desa Sibung

Barito

Ibu – Ibu Persit Ikut Mendukung Pelaksanaan TMMD 109 Kodim 1012

Kobar

Empat ASN Dituntut Pidana Berbeda, Dua Kadis 1,6 Tahun, Dua Lainnya 1 dan 2 Tahun

Kobar

Pelaku Percobaan Pemerkosa Diancam 15 Tahun Penjara