Home / Kapuas

Rabu, 29 Desember 2021 - 18:28 WIB

Korupsi DD, Mantan Kades Tangirang Ditangkap Polisi

Kasatreskrim AKP Kristanto Situmeang saat mengintrogasi tersangka, Rabu (29/12).

Kasatreskrim AKP Kristanto Situmeang saat mengintrogasi tersangka, Rabu (29/12).

KUALA KAPUAS, KaltengEkspres.com – Mantan Kepala Desa (Kades) Tangirang Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah berinisial BD ditangkap anggota unit Tipikor Polres Kapuas. Ia ditangkap karena diduga menyelewengkan dana desa (DD) setempat senilai ratusan juta lebih.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti melaui Kasatreskrim AKP Kristanto Situmeang saat press release mengatakan, mantan kades berinisial BD ini diamankan karena melakukan tindak pidana korupsi DD desa Tangirang Kecamatan Kapuas Hulu tahun anggaran 2019.

Proses penyelidikan ini dilakukan sejak awal tahun yaitu Januari 2021 kemudian pada bulan Juli 2021 dinaikkan ke proses penyidikan.

“Modus operandinya, ada anggaran DD sekitar Rp. 1 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ini diperkuat dari hasil audit BPKP ada kerugian negara sekitar Rp. 731.191 juta” ungkap Situmeang pada awak media Rabu (29/12/2021).

Baca Juga :  Bawa 5 Paket Sabu, Dua Pria Diringkus Polisi

Hal itu diketahui dari hasil pekerjaan yang tidak dilaksanakan oleh mantan kades ini yaitu penyelenggaraan PAUD sebesar Rp. 30 juta namun hanya dilaksanakan Rp. 10 juta.

Posyandu anggarannya Rp. 29 juta tapi hanya disalurkan 10 juta. Kemudian pembangunan sarana air bersih anggarannya Rp. 600 juta namun tidak bisa digunakan dan tidak selesai.

Selanjutnya peningkatan kapasitas kades Rp. 15 juta tidak dilaksanakan, dan peningkatan aparat desa Rp. 15 juta disalurkan hanya Rp. 7 juta serta penyertaan modal desa sebesar Rp. 30 juta tapi tidak diserahkan.

Baca Juga :  Dua IRT Tertangkap Basah Mencuri di Toko Sembako

“Berdasarkan pengakuan tersangka, uang tersebut digunakan untuk hiburan malam, berjudi, merental mobil dan biaya kuliah anak dan merehab rumah,”ujar Situmeang.

Sementara saat menjalankan proses pemeriksaan, dari awal tersangka tidak kooperatif dan dipanggil tidak pernah datang.

“Karena itu kita lakukan upaya paksa yaitu ditangkap pada tanggal 25 Desember ketika sedang berada di pondok di malawei Sei Hanyo,”papar Situmeang.

Atas perbuatannya ini, tersangka dijerat dengan Undang-undang Tipikor RI nomor 31 tahun 1999 pasal 2 ayat 1 dan 3 yang dirubah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2021 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal 200 juta.(yan)

Share :

Baca Juga

Kapuas

Bejat, Cabuli 20 Anak SD, Pria Lajang di Kapuas Diringkus Polisi

Kapuas

Ancam Wartawan, Oknum Kades Dadahup Dilaporkan ke Polisi

Kapuas

Polisi Amankan Ribuan Obat Tanpa Izin Edar di Kapuas

Kapuas

Dirlantas Polda Kalteng Bantu Sembako Warga Tidak Mampu di Kapuas

Kapuas

Tiga Nyawa Melayang di Malam Pergantian Tahun

Kapuas

Pasar Ikan Kuala Kapuas Berkobar

Kapuas

Tragis, Wanita Muda Tewas Ditabrak Lari dari Belakang

Kapuas

Ben Resmikan Beroperasinya Ambulans Desa Pulau Membulau