



KASONGAN, KaltengEkspres.com– Seorang pria penderita gangguan jiwa bernama Yedy ditemukan tewas dalam kondisi tergantung. Kuat dugaan korban ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali nilon di dapur rumahnya terletak di Jalan Palangka Raya No. 105 (Komplek Pata) RT. 007 Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kamis (25/11/2021) sekira pukul 11.50 WIB.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh ibu korban bernama Kesrani. Berawal saat ibu korban ini duduk bersama korban di depan rumah sekira pukul 11.30 WIB.
Tidak lama kemudian lalu korban pamit kebelekang (ke dapur) untuk mengambil minuman dengan alasan haus. Lalu sekitar 15 menit kemudian ibu korban ini merasakan ada yang aneh dan mencurigakan terhadap prilaku korban. Karena saat itu tidak keluar dari dapur sehingga ibu korban menyusul ke dapur.
Ketika berada di dapur ibu kandung korban ini kaget melihat anaknya sudah dalam keadaan kaku dengan posisi tergantung di dapur rumah. Seketika itu ibu korban berlari keluar rumah memanggil tetangga sehingga tetangga ramai mendatangi rumah tersebut.
Kejadian ini langsung dilaporkan Polsek Katingan Hilir. Saat itu juga anggota Polsek Katingan Hilir bersama petugas kesehatan dari Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan mendatangi TKP, dengan mengevakuasi jasad korban dan melakukan visum.
Kapolsek Katingan Hilir Iptu Eko Priono saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa ini telah ditangani anggotanya dengan mengevakuasi jasad korban dan melakukan olah TKP.
“Dari lokasi kita juga mengamankan barang bukti berupa,1 buah tali nilon warna biru dengan panjang kurang lebih 50 cm, ” ungkapnya.
Kapolsek menjelaskan, bahwa dari keterangan ayah korban Acat, anaknya ini mengalami gangguan kejiwaan berupa rasa takut yang berlebihan dan sering berhalusinasi dengan mengatakan bahwa banyak orang yang ingin berbuat jahat terhadap dirinya.
“Penyakit tersebut sudah diderita selama kurang lebih 2 tahun belakangan, namun rasa takut berlebihan yang dirasa korban tersebut tidak ada dasarnya karena tidak ada fakta seperti yang korban katakan. Dari situlahayah kandung korban menyimpulkan anaknya memiliki masalah gangguan jiwa, “ujar Kapolsek. (MI)