Home / Kotim

Minggu, 31 Oktober 2021 - 20:48 WIB

Miris, Makam Dikelilingi Kebun Sawit PT KIU

Kondisi makam saat berada di tanah yang bersengketa antara ahli waris dengan perusahaan perkebunan sawit PT KIU, Minggu (31/10).

Kondisi makam saat berada di tanah yang bersengketa antara ahli waris dengan perusahaan perkebunan sawit PT KIU, Minggu (31/10).

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Sebuah makam ditemukan di areal kebun sawit milik PT Katingan Indah Utama (KIU), Desa Baampah, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ironisnya, makam tersebut berada di areal lahan bersengketa dengan masyarakat setempat sebagai ahli waris.

Adapun tanah yang diklaim ini seluas 53 hektare, diketahui milik ahli waris H. Durasid, salah satu warga asli yang jauh sebelum kebun sawit perusahaan menduduki tanah tersebut. Tanah tersebut kemudian diwariskan kepada anaknya bernama Maslia.

Dalam kasus sengketa tanah ini, ahli waris pemilik tanah menuntut ganti rugi karena pihak perusahaan telah menanam sawit diatas tanah mereka.

Bahkan, permintaan dari ahli waris tersebut tidak digubris, lantaran pihak perusahaan merasa telah memiliki hak atas tanah tersebut. Sehingga permasalahan ini berujung dari penutupan lahan dan aktivitas pihak ahli waris di lokasi tanah yang bersengketa.

Damang Kepala Adat, Kecamatan Mentaya Hulu Hartono mengatakan, tanah tersebut seluas 53 hektar. Tanah tersebut milik ahli waris H. Durasit, warga Desa Baampah yang kini telah ditanami sawit oleh PT KIU.

Baca Juga :  3 Rumah Warga Telangkah Dilahap Jago Merah¬†¬†

Saat ini ahli waris menuntut ganti rugi kepada pihak perusahaan. Karena makam tersebut sudah ada sebelum perusahaan masuk menanam kebun sawit.

“Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait permasalahan ini. Berkali – kali sudah masuk dalam mediasi, namun belum juga ada penyelesaiannya,”ungkap Damang, Jumat (29/1) lalu.

Damang menjelaskan, bahwa mereka memiliki bukti kepemilikan tanah adat seluas 53 hektare tersebut. Dan ia berharap perusahaan dapat mengganti rugi tanah kepada para ahli waris.

Sementara, kasus sengketa ini telah dimediasi hingga ke Polres Kotim. Dipimpin Kabag Ops Polres Kotim, AKP Zaldy Kurniawan beserta jajaran telah menjumpai Damang dan para ahli waris sebagai penengah, pada Jumat (29/10) lalu.

Dibawah arahan Zaldy, Damang dan para ahli waris sepakat untuk melakukan mediasi yang dilaksnakan di ruangan Kantor PT KIU. Keduanya diberikan kesempatan untuk memperlihatkan dan menjelaskan bukti kepemilikan hak atas tanah tersebut.

Hasilnya, kedua belah pihak tetap kokoh, dan merasa sama – sama memiliki hak. Bahkan, pihak perusahaan berencana menyampaikan didalam mediasi tersebut akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum positif.

Baca Juga :  Budak Sabu Disergap di Barak

“Sudah 18 tahun perusahaan ini menyerobot disini. Selama ini perjuangan kami menuntut hak tidak ada pernah selesai dan tidak membuahkan hasil. Tidak banyak kami minta, itu saja yang adil,” ucap Damang.

Disisi lain, ahli waris yang diwakili oleh sang suami Dirham mengatakan, bahwa pihaknya telah berjuang penuh menuntut apa yang menjadi hak mereka. Namun, selama belum ada itikad baik dari pihak perusahaan.

“Harapan kami, tolonglah ada keadilan. Tanah adat warisan dari orang tua kami telah digarap. Ganti rugi yang diharapkan tidak pernah dihiraukan, ” ujar Dirham.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Baampah Rahmad, juga membenarkan bahwa tanah tersebut adalah tanah adat milik H. Durasid.

“Saya selaku kades, tentunya membenarkan bahwah tanah tersebut memang milik mereka, karena didukung dengan seluruh keterangan saksi sebatas, dan beberapa kades sebelumnya juga menyatakan hal serupa, sementara tanah diwilayah setempat digarap PT KIU tanpa penyelesaian ganti rugi, “ungkap Kades. (Ry)

Share :

Baca Juga

Kotim

Berkat TMMD, Masyarakat Termotivasi Menjaga Desa

Kotim

Korsleting Listrik, Ruko dan Barak 6 Pintu di Parenggean Hangus Terbakar

Kotim

Bawa Tujuh Paket Sabu, Bandar Ini Dibekuk Polisi

Kotim

Nekat Jual Sabu, IRT Baamang Diciduk Polisi

Kotim

Edar Ratusan Butir Obat Zenit dan Dextro, Warga Baamang Diringkus Polisi

Kotim

Simpan Sabu di Jok Motor, Warga Sampit Ini Diringkus Polisi

Kotim

Polres Kotim Terima Hibah Tanah Seluas 3 Hektar

Kotim

Terlibat Narkoba, ASN Kotim Diancam Sanksi Pecat