Home / Pemkab Katingan

Rabu, 25 Agustus 2021 - 13:28 WIB

DLH Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Kasi Kerusakan Lingkungan DLH Katingan, Noga Yetra.

Kasi Kerusakan Lingkungan DLH Katingan, Noga Yetra.

KASONGAN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Katingan memgimbau masyarakat Kabupaten Katingan agar selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini.

” Pada bulan Juli dan Agustus semestinya memasuki musim kemarau basah, namun kondisi saat ini sesuai dengan data BMKG cuaca ekstrem Hidometeorlogi, ” kata Kadis DLH Katingan, Ir. Hap Bapperdo melalui Kasi Kerusakan Lingkungan DLH Katingan, Noga Yetra, kepada KaltengEkspres. Rabu (25/8/2021).

Menurutnya, masyarakat Katingan harus tetap waspada dengan kondisi cuaca ekstrem, meski memasuki bulan September terjadi kemarau basah. Kendati pada minggu pertama bulan Agustus tetap terjadi kebakaran beberapa titip lahan.

Baca Juga :  Wabup Sunardi Serahkan Simbolis BLT Desa Banut Kalanaman

“Kondisi banjir pada bulan Agustus ini termasuk sifatnya hujan ekstrem sebesar 279 mili meter diatas normal bila dibandingkan bulan Agustus 2019 dan 2020 lalu,”ujarnya.

Disamping itu, lanjut dia, mulai minggu pertama dan kedua hujan sekitar 23 mili meter termasuk ringan, kemudian pada tanggal 20 sampai tanggal 24 kemarin, hujan tinggi memcapai 231.8 mili meter dalam waktu lima hari waktu singkat curah hujan cukup besar.

” Hujan sangat lebat, cuaca ekstrem dari suhu 30 -37 derajat musim kemarau sebenarnya tetapi terjadi hujan.” sebutnya.

Dari 179 mili meter huian atau 60 persen hujan di tahun bulan Agustus 2019 , 2020., sedangkan tahun 2021 pada Bulan Agustus curah hujaj mencapai 208.4 mili meter hujan bertambah analisa kondisi cuaca dampak banjir.

Baca Juga :  Kapolda Kalteng Kunjungi Cagar Budaya Huma Betang Bintang Patendu

” Data yang tercapat di Kantor DLH Katingan di Kasongan mewakili data se – Katingan secara keseluruhan,”ucapnya.

Disisi lain, juga terjadi pendangkalan sungai di Katingan, serta berkurangnya pepohonan di hutan, lahan terbuka juga bertambah, bahkan terjadi sedimensi pada sungai – sungai menjadi dangkal.

“Curah hujan tinggi lebat dalam 5 hari, tergantung prekuwensi hujan yang cukup tinggi menyebabkan air meluap sehingga berpotensi penyebab banjir,” tandasnya. (MI)

Share :

Baca Juga

Pemkab Katingan

DLH Lakukan Penilaian Dokumen Amdal

Pemkab Katingan

Sakariyas Serahkan DIPA Tahun 2020

Pemkab Katingan

Wabup Harapkan Pembahasan RPJMD Hasilkan Kesepakatan

Pemkab Katingan

Bupati Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla

Pemkab Katingan

Tahun 2020, Pemkab Katingan Prioritas Bangun Jalan

Pemkab Katingan

BKPP Katingan Bakal Laksanakan Simulasi CATĀ 

Pemkab Katingan

Hari Ini, KPD Pengaman Dampak Corona Dilepas Bupati Katingan

Pemkab Katingan

Logistik Pilkades Didistribusikan ke KecamatanĀ