Home / Lintas Kalimantan

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 21:56 WIB

Bos Pangkalan Gas Elpiji Diciduk Polisi

Anggota Polda Kalsel saat memperlihatkan gas elpjiji melon yang disita dari Pangkalan.

Anggota Polda Kalsel saat memperlihatkan gas elpjiji melon yang disita dari Pangkalan.

BANJARMASIN, KaltengEkspres.com – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), menyita 606 tabung gas elpiji 3 kilogram yang dijual salah satu pangkalan di Banjarmasin di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Pemilik berinisial T sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Ridwan Raja Dewa, Jumat (27/8).

Adapun pangkalan elpiji yang ditindak itu beralamat di Jalan Pangeran Hidayatullah, Benua Anyar, Banjarmasin dengan nama usaha Pangkalan Muhammad Torik.

Pengungkapan kasus ini lanjut dia, berawal saat anggota menerima informasi dari masyarakat bahwa pangkalan tersebut kerap menjual gas elpiji melon di atas HET. Menindaklanjuti informasi ini, pihaknya melakukan penyelidikan dengan memantau aktivitas pangkalan tersebut.

Baca Juga :  Relawan Haji Denny "Hijrah Bunda" Jual Sembako Murah

Tepatnya pada Selasa (24/8), pihaknya menggerebek pangkalan ini dan mengamankan empat orang yang membeli epliji dalam jumlah besar dari pangkalan tersebut dengan harga Rp18 ribu-Rp20 ribu per tabung.

“Jadi empat orang ini membeli gas elpiji untuk dijual kembali seharga Rp. 23 ribu per tabung,” jelas Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalsel.

Atas pengakuan itu, polisi bergerak menindak pangkalan yang terbukti melanggar ketentuan HET Rp17.500 sesuai Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Ngidam Gubernur Baru, Relawan Haji Denny Tanah Bumbu Gelar Rakor Tingkat Kecamatan

“Barang bukti kami sita 442 tabung isi dan 164 tabung kosong serta uang hasil penjualan Rp1.300.000,”ujarnya.

Atas perbuatanya ini, pelaku dikenakan Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 10 huruf a Undang-Undang RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen jo Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Penting dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (an/hm)

Share :

Baca Juga

Lintas Kalimantan

Koalisi Korban Banjir Kalsel Sampaikan Petisi ke Jokowi

Lintas Kalimantan

Relawan Haji Denny HSS Targetkan Kemenangan 80 Persen di HSS

Lintas Kalimantan

H Difriadi Lakukan Silaturahmi di Beberapa Titik di Kota Banjarmasin

Lintas Kalimantan

Haji Denny : Barangkali Yang Belum Paham Nanti Bisa Lebih Banyak Belajar Berperkara di MK

Lintas Kalimantan

H Difriadi Panen Raya di Gambut

Lintas Kalimantan

Relawan Haji Denny Bantu Sembako Untuk Korban Kebakaran Cempaka Banjarbaru

Lintas Kalimantan

Kamsiah, Potret Relawan Desa Yang Gigih Mendukung H2D

Lintas Kalimantan

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani Meninggal Dunia
error: Content is protected !!