Home / Kobar

Senin, 19 Juli 2021 - 19:07 WIB

Mantan Pj Kades Kerabu Ditetapkan Tersangka

Mantan Pj Kades Kerabu W saat diamankan di Kantor Kejari Kobar, Senin (19/7).

Mantan Pj Kades Kerabu W saat diamankan di Kantor Kejari Kobar, Senin (19/7).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Mantan Penjabat (PJ) Kepala Desa Kerabu, berinisial W (52), resmi ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotawaringin Barat (Kobar).

Ia ditetapkan tersangka atas kasus dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) di Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kobar, Kalimantan Tengah pada tahun anggaran 2018-2019. Usai ditetapkan tersangka ia langsung ditahan Kejari setempat, Sabtu (19/7/2021).

“Hari ini kita telah menetapkan W sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di Desa Kerabu tahun 2018-2019. Penyidikan sudah di mulai sejak dua bulan yang lalu,” ungkap Kepala Kejari Kobar Dandeni Herdiana, Senin (19/7/2021), sore.

Baca Juga :  Satu Lagi Warga Kobar Meninggal Akibat Covid-19

Dandeni menerangkan, dari perhitungan penyidik, kerugian negara akibat ulah tersangka diperkirakan mencapai 800 juta rupiah.

“Dugaan kerugian sebenarnya masih kita hitung, tapi sekitar Rp. 800 jutaan,” jelas Dandeni.

Dandeni menuturkan, pada penggunaan dana desa (DD) tersangka dinilai telah merugikan negara akibat banyak pembangunan fisik yang tidak sesuai dalam penganggarannya maupun kondisi riil di lapangan.

“Sebagian besar itu pembangunan fisik yang kurang dari anggaran yang dikeluarkan. Bentuk fisiknya, ada bangunan  ada jalan dan segala macam ternyata banyak kerjaan itu kurang dari angka yang dikeluarkan,” imbuhnya.

Untuk memudahkan proses penyidikan, tersangka saat ini  ditahan di rutan Polres Kobar selama 20 hari kedepan.

Baca Juga :  Korupsi DD, Sekdes Kerabu Ditetapkan Tersangka

“Yang bersangkutan kita kenakan penahanan di rutan yang kita titipkan di rutan Polres Kotawaringin Barat,” terang Dandeni Herdiana.

Tersangka terancam pidana kurungan 20 tahun penjara atas pelanggaran yang dilakukan tersebut.

“Pasal yang dikenakan pasal 2 atau pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang tahun nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 3 1995 maksimal 20 tahun penjara”, tutur Dandeni Herdiana.

Dalam kasus tersebut, penyidik memeriksa sebanyak 13 orang saksi. Dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

Share :

Baca Juga

Kobar

Tahun Depan, RSUD Imanuddin Bakal Musnahkan Obat Kadaluwarsa

Kobar

Disambar Mega Pro, Pengendara RX King Tewas di tempat

Kobar

Warga Galang Dana Untuk Mengobati Wanita Pasungan di Kumai

Kobar

Warga Desa Runtu Terima Bantuan Sembako dari PT GSIP – AMR 

Kobar

Tiga Raperda Baru Disahkan

Kobar

Besok, KPU Kobar Bakal Gelar Rekapitulasi Surat Suara

Kobar

Busett!! Dikendarai ABG, Mobil Ayla Ini Nyungsep ke Selokan

Kobar

Wabup Kobar Hadiri Pendistribusian Zakat