Home / Kotim

Selasa, 1 Juni 2021 - 14:02 WIB

Uji IUPHKm, Tim Desa Patai Ajukan RDP ke DPR RI

SAMPIT – Tim Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajukan rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI untuk menguji 2 perizinan, agar ada kepastian hukum.

Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Hasil Hutan Bukan Kayu (KUPS HHBK) dari IUPHKm Koperasi Cempaga Perkasa, Suparman mengatakan, melalui Anggota DPR RI Dapil Kalteng, Muktarudin pihaknya sudah melayangkan surat kepada Komisi III yang membidangi politik dan hukum dan Komisi IV yang membidangi kehutanan untuk digelar rapat tersebut.

“Kami sudah sampaikan dukungan aspirasi masyarakat melalui DPD Golkar Kotim ke DPR RI melalui Pak Muktarudin, dan kami berharap DPR RI segera menjadwal rapat dengar pendapat ini,” kata Suparman, Selasa (1/6/2021).

Menurut Suparman, RDP ini untuk menguji izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan (IUPHKm) Koperasi Cempaga Perkasa Nomor SK.5972/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/9/2018 tentang pemberian izin usaha pemanfaatan hutan kemasyarakatan kepada Koperasi Cempaga Perkasa dengan luas 704 hektare di kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi di Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur tertanggal 19 September 2018 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan.

Baca Juga :  Tak Jera, Napi Tua Lapas Sampit Kembali Mengedar Sabu

Dengan izin yang dikantongi oleh perusahaan sawit PT Wana Yasa Kahuripan Indonesia (WYKI) atas surat izin Bupati Kotim tentang persetujuan prinsip arahan lokasi 3 Mei 2007 hingga 3 Mei 2009.

Kemudian keputusan Bupati Kotim tentang izin usaha perkebunan untuk pelepasan kawasan hutan tertanggal 20 Juni 2013.

“Mana yang benar, apakah izin kami yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan atau milik perusahaan yang hanya melalui surat yang dikeluarkan Pemkab Kotim,” tegas Iman.

Baca Juga :  Tiga Pengedar Sabu Pedesaan Dibekuk Polisi

Suparman menjelaskan, akibat permasalahan ini mengibatkan mereka dirugikan, sementara hasil di atas lahan ini yang menikmatinya perusahaan.

“Sementara kami selama dibebankan pembayaran pajak,” tegas Suparman.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian Kehutanan mengeluarkan surat nomor B.558/Menhut-VII/KUH/2103 per tanggal 21 Mei 2013 yang dilayangkan kepada direktur PT WYKI tentang penolakan permohonan pelepasan kawasan hutan atas nama PT WYKI.

Hingga pada 28 Maret 2016 Bupati Kotim menyurati lerusahaan terkait surat penolakan itu, yang pada pointnya meminta agar perusahaan memperhatikan serta menindaklanjuti surat tersebut, proses perizinan usaha perkembangan lebih lanjut perusahaan mentaati semua peraturan perundangan yang berlaku dan apabila melanggar maka konsekuensi hukum menjadi tanggung jawab sendiri. (Ry/hm)

Share :

Baca Juga

Kotim

Ditetapkan Tersangka, Sopir Mobil Rush Terancam 6 Tahun Penjara

Kotim

Pemilik Lahan Tambang Maut Ditetapkan Tersangka

Kotim

Dua Rumah Warga Tangar Terbakar

Kotim

Pengedar 38 Paket Sabu Diringkus Polisi

Kotim

TMMD Reguler ke-109 Wujudkan Mimpi Warga Pulau Hanaut

Kotim

Bocor Gas, Warung Nasi Kuning Simpang 3 Nyaris Membara, Satu Korban Luka Bakar

Kotim

Memangsa Kail Warga, Seekor Anak Buaya Diamankan Ditpolair Polda Kalteng

Kotim

Satgas TMMD Berikan Penyuluhan Warga Desa Babirah dan Bapinang HilirĀ