Home / Hukum Kriminal / Kotim

Jumat, 4 Juni 2021 - 15:54 WIB

Tokoh Adat Minta Polisi Bebaskan Kades Pahirangan

Tokoh Masyarakar Desa Tangkarobah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim. Foto : Ry

Tokoh Masyarakar Desa Tangkarobah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotim. Foto : Ry

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Permasalahan sengketa lahan antara Koperasi Garuda Maju Bersama(GMB) dengan PT Karya Makmur Abadi (KMA) yang berada di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berlanjut sampai dengan hari ini.

Masalah tersebut kini menjadi perhatian khusus bagi para kalangan dan tokoh maayarakat di wilayah setempat, baik itu dari pemerintahan desa maupun dari para pemangku adat.

Permasalahan yang terjadi saat ini, dianggap bukan lagi permasalahan yang biasa. Menurut Didi Erfendi selaku Ketua Badan Peusyawaratan Desa (BPD) Desa Tangkarobah ini sudah menjadi permasalahan serius.

Baca Juga :  Bawa Tujuh Paket Sabu, Bandar Ini Dibekuk Polisi

Dikatakannya, ditangkapnya Gustap Jaya selaku Ketua Koperasi dengan sangkaan Pasal 372 Tentang Penggelapan tersebut sudah tidak sesuai dengan perundang-undangan perkoperasian yang berlaku. Terbukti dari surat hasil gelar perkara yang dikeluarkan oleh Mabes Polri pada 28 Mei 2021 lalu, bahwa Penyidik Polres Kotim belum cukup bukti untuk memperoses Gustap Jaya. Selain itu Legal Standing pelapor juga belum memenuhi syarat.

“Sedari awal masyarakat telah meyakini bahwa Gustap Jaya tidak bisa ditangkap ataupun ditahan. Apalagi disangkakan dengan Pasal 372 Tentang Penggelapan tersebut, sebab ini adalah koperasi yang berbadan hukum, dimana berpedoman dengan AD-ART dan Undang-undang Perkoperasian itu sendiri,” kata Didi Erfendi,  Jum’at (4/6/2021).

Baca Juga :  Tiga Tahun Jualan Zenith, Pria Asal Kalsel Akhirnya Dibekuk Polisi

Lanjut Didi Erfendi, pihaknya meminta kepada Kapolres Kotim agar membebaskan M.Wanson yang turut ditahan oleh Penyidik Polres Kotim. Karena perkara dan kasus yang disangkakan ini dinyatakan Mabes Polri tidak mencukupi alat bukti yang cukup untuk dapat dilanjutkan.

“Maka kami meminta kepada Kapolres Kotim agar hasil gelar tersebut dapat dipertimbangkan untuk membebaskan saudar M.Wanson,”  tandasnya. (Ry)

Share :

Baca Juga

Kotim

Tim Satgas Tak Kenal Lelah Melaksanakan Program TMMD Reguler ke 109 

Kotim

Tanda Terimakasih dengan Program TMMD, Warga Bagikan Air Minuman untuk Anggota TNI

Kotim

Pengedar Sabu di Pelosok Desa Disergap Polisi

Kotim

Cari Korban Tenggelam, Basarnas Kerahkan Anggota ke Mentaya Hulu

Kotim

Edar Sabu,Dua Warga Kotim Diringkus Polisi

Kotim

Ibu Bayi Kembar Ditangkap Polisi 

Kotim

Lapas Sampit Over Kapasitas Tahanan Narkoba

Kotim

Ruko dan Barak di Parenggean Diamuk Jago Merah
error: Content is protected !!