Home / Pemkab Murung Raya

Selasa, 8 Juni 2021 - 15:49 WIB

Sekda Dukung Pengelolaan Bukit Sapat Hawung 

Sekda Mura Hermon F Lion saat membuka kegiatan sosialisasi pengeloaan Bukit Sapat Hawung, Selasa (8/6).

Sekda Mura Hermon F Lion saat membuka kegiatan sosialisasi pengeloaan Bukit Sapat Hawung, Selasa (8/6).

PURUK CAHU, KaltengEkspres.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Murung Raya (Mura), Hermon F Lion mendukung pengeloaan cagar alam Bukit Sapat Hawung. Hal ini diutarakannya saat membuka kegiatan sosialisasi blok pengelolaan kawasan suaka alam cagar alam Bukit Sapat Hawung, yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Seksi Konservasi wilayah III Muara Teweh, Selasa (8/6/2021).

Menurut Hermon, Bukit Sapat Hawung terletak di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Uut Murung dan Kecamatan Seribu Riam mencakup empat desa, yaitu Desa Tumbang Tujang, Desa Tumbang Topus, Desa Tumbang Jojang dan Desa Kalasin.

“Untuk itu sosialisasi ini sangat penting mengingat sebelumnya telah dilakukan diskusi dengan semua pihak dalam rangka pengembangan atau perencanaan Cagar Alam Bukit Sapat Hawung untuk penyusunan pengelolaan blok tersebut,” kata Hermon.

Baca Juga :  Jaga Keberagaman Beragama

Hermon menjelaskan, diskusi yang sudah dilakukan ini diharapkan bisa disahkan melalui keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam, sehingga ke depannya diperlukan penataan blok yang telah dilakukan serta memaparkan fungsi dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam masing-masing blok pengelolaan Cagar Alam Bukit Sapat Hawung.

“Kegiatan ini diharapkan bisa langsung menghasilkan implementasi pengelolaan Bukit Sapat Hawung, sehingga bisa tercapainya pembangunan sesuai dengan pilar konservasi yang berkesinambungan dengan memperdayakan masyarakatat agar lebih sejahtera,”ujar Hermon.

Baca Juga :  Pemkab Mura Optimis Target Vaksinasi Tercapai 

Sementara itu Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai KSDA Kalteng, Nizar Ardhanianto mengatakan, Cagar Alam Hawung masuk dalam wilayah tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Tiga negara sepakat bersama-sama menjaga kekayaan alam ini dan memanfaatkannya secara bijaksana. Kesepakatan ini tertuang dalam Deklarasi Heart of Borneo (2007) dan program kegiatannya terpetakan dalam rencana aksi strategis tiga negara (2008),” jelas Nizar.

Sejalan dengan prinsip pengelolaan kawasan cagar alam, lanjut dia, maka perlu disusunnya penataan blok pengelolaan yang mengarah pada pendayagunaan potensi sesuai peruntukannya, baik itu untuk jenis tumbuhan, satwa, ekosistem, dan daya tarik objek. (id)

Share :

Baca Juga

Pemkab Murung Raya

Pilkades 5 Desa Masih Bersengketa

Pemkab Murung Raya

Pemkab Mura Gelar Rakordal Pembangunan

Pemkab Murung Raya

Sah! Penggelolaan Sampah Mura Ditangani DLH

Pemkab Murung Raya

Wabup Mura Pantau Kesiapan PTM

Pemkab Murung Raya

Pemkab Mura Peringati HUT RI ke 76

Pemkab Murung Raya

FSQ Diharapkan Jaring Bibit Berbakat Bidang Seni Qasidah

Pemkab Murung Raya

Perdie Ajak Masyarakat Bersama Membangun Daerah

Pemkab Murung Raya

Huma Betang Berpotensi Dongkrak PAD