Home / Hukum Kriminal / Kotim

Minggu, 20 Juni 2021 - 16:10 WIB

Mendadak Gustap Jaya Dinyatakan Reaktif Corona

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Sidang kasus dugaan penggelapan dana kesejahtraan anggota Koperasi Garuda Maju Bersama (GMB) sebesar Rp2,2 miliar yang menjerat Ketua Koperasi, memasuki babak baru saat Terdakwa Gustap Jaya didampingi oleh kuasa Hukumnya Bambang Nugroho dan Agung Adisetiyono.

Pada sidang pertama diketahui, Gustap Jaya belum menunjuk kuasa hukum, dimana sidang yang digelar secara online tersebut berjalan lancar, tanpa satu kendala apapun, baik itu dari jaringan internet polres kotim maupun hasil rapid atigen terdakwa juga dinyatakan negatif Covid-19.

Menurut Kuasa Hukum Gustap Jaya Bambang Nugroho dan Agung Adisetiyono, sidang kedua yang dijalani terdakwa pada Kamis 17 Juni 2021 lalu, seperti ada yang janggal.

“Saat sidang berlangsung Klien kami Gustap Jaya tampak sehat, dan tidak dalam ke adaan sakit, ini seperti ada yang janggal. Jaringan Internet Polres Kotim tiba-tiba mati dan terhitung sedikitnya empat kali internet mengalami gangguan,” ungkap Bambang Nugroho dan Agung Adisetiyono, selaku kuasa hukum Gustap Jaya, Minggu (20/6/2021).

Selain itu Kuasa Hukum Gustap Jaya juga mengatakan dimana disaat pihaknya melakukan pendalaman kasus terhadap saksi-saksi, hasil ravid Antigenya klien kami Gustap jaya dinyatakan reaktif Covid-19 oleh pihak kepolisian, dimana Sattahti Polres Kotim yang bertugas, meminta sidang agar tidak dilanjut dan segera dihentikan, untuk selanjutnya dilakukan tes Swab terhadap terdakwa.

Baca Juga :  Kadis Ketahanan Pangan Kotim Tutup Usia

“Saat pendalaman kasus terhadap Saksi-saksi dan setelah jaringan internet polres mengalami gangguan, selanjutnya klien kami tiba-tiba dinyatakan reaktif Covid-19, di saat sidang sedang berlangsung, akhirnya pada saat itu kami juga turut panik, sementara pihak kepolisian meminta kepada hakim agar persidangan dihentikan,” bebernya.

Selanjutnya menurut Bambang Nugroho selaku kuasa hukum Gustap Jaya, pihak Sat Tahti Polres Kotim yang bertugas meminta kepada hakim untuk dapat membawa terdakwa agar secepatnya dilakulan Swab, namun hakim masih memberikan waktu sekitar 15 menit untuk pihak kuasa Hukum melanjutkan pernanyaan terhadap saksi-saksi, atas desakan pihak kepolisian yang bertugas untuk segera dilakukan Swab, dan akhirnya sidang dihentikan.

Lanjut Bambang Nugroho selaku kuasa hukum Gustap Jaya, pihaknya meminta kepada pelaksana sidang baik itu dari Polres Kotim agar dapat memperhatikan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk keperluan sidang agar dapat berjalan lancar.

“Karena ini sidang secara Online, kedala utamanya adalah berkaitan dengan jaringan, dan untuk tahanan yang akan mengikuti persidangan, harusnya diperiksa lebih awal, supaya hasilnya juga didapat lebih awal, jangan sampai lagi disaat persidangan, barulah terdakwa dinyatakan reaktif Covid-19,” terangnya.

Baca Juga :  Polisi Usut Pelaku Pembuang Bayi di Jalan Cut Nyak Dien

Tambah Bambang Nugroho, saat pihaknya menanyakan saksi-saksi, bahwa ada terdapat hasil yang sangat menarik, dan kasus dugaan penggelapan terhadap terdakwa sudah mulai terang dan terkuak dimana salah satu saksi Isa mengatakan terdapat adanya dugaan terkait dengan berita acara mediasi fiktif yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah. dan sementara hasil berita acara mediasi tersebut sudah dilaporkan ke Kementerian ATR BPN RI.

Padahal menurut saksi Isa selaku Sekretaris Koperasi GMB mediasi yang dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2019 di Kanwil BPN Kalteng tersebut harusnya tidak ada, dimana pada saat tanggal bersamaan Terdakwa Gustap Jaya tidak berada ditempat mediasi, karena berada di Jakarta dengan urusan lain, sementara didalam surat hasil Berita Acara Mediasi tersebut terdapat tanda tangan Terdakwa selaku ketua Koperasi GMB.

“Bukti-bukti Tiket keberangkatan Gustap Jaya juga ditunjukan oleh saksi, dan benar pada saat tanggal 12 Desember terdakwa sedang berada di Jakarta dengan urusan lain. Tiket pembelian dan keberangkatan terdakwa pada tanggal 11 Desember 2019 sedangkan tiket kepulangan terdakwa pada 14 Desember 2019. (Ry)

Share :

Baca Juga

Kotim

Kades Bapinang Hilir Berterimakasih kepada Satgas TMMD Telah Membangun Dua Jembatan 

Kotim

Asik Pesta Sabu, Pasutri di Kotim Diringkus Polisi

Kotim

Balita Berusia 3 Tahun Tenggelam di DAS Cempaga

Hukum Kriminal

Ugal-ugalan, Pegawai Koperasi Tabrak Pesepeda

Kotim

Ibu Rumah Tangga dan Residivis Sabu Diringkus Polisi

Kotim

Pengedar Ribuan Zenith dan Dextro Diringkus Polisi

Kotim

Dua Minggu Tersesat, Nawi Belum Juga Ditemukan

Kotim

Antisipasi Kejahatan, Satlantas Giat Patroli Rutin
error: Content is protected !!