



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah meresmikan penggunaan ruang praktek siswa Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) dan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) di SMKN 1 Kumai, Senin (28/6/2021).
Pada peresmian ini hadir Plt. Kepala Dikbud Kalteng Ahmad Syaifudi, Kepala Dikbud Kobar Rustam Effendi, kepala sekolah, dewan guru dan sejumlah siswa SMK setempat.
Selain meresmikan ruang praktek siswa, dalam kesempatan itu juga bupati meninjau sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar siswa, serta meresmikan penggunaan mushola Al Hijrah yang baru saja rampung dibangun.
Dalam sambutannya, Bupati Nurhidayah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah membantu dalam meningkatkan fasiliras pendidikan di Kobar.
“Tentunya kita ucapkan terima kasih terutama kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka peningkatan SDM di Kobar. Kita saat ini sedang memasuki persaingan yang sangat ketat sehingga dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang,” kata Bupati Nurhidayah saat diwawancarai KaltengEkspres.com
Menurut Bupati, lulusan SMK diharapkan tidak hanya memiliki skill dan kemampuan yang mumpuni, tetapi mampu memaksimalkam potensi lapangan kerja yang masih terbuka lebar.
“Potensi Kotawaringin Barat khususnya dalam bidang pertanian dalam arti luas sangat terbuka. Tinghal bagaimana kiya mengelola potensi ini. Kita harapkan sektor pendidikan ini sebagai penopang dunia usaha. Harus kita siapkan skill yang cukup,” jelas Bupati Nurhidayah.
Sementara itu, plt Kepala Dinas Pendidikam dan Kebudayaan Kalteng, Ahmad Syaifudi menerangkan pembangunan ruang praktek siswa itu dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020.
Pihaknya berharap sebagai sekolah satu-satunya di Kalteng yang memiliki jurusan Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT).
“Ini ikon Kobar sekaligus Kalteng karena satu-satunya SMK yang punya jurusan ini. Langka juga. Oleh karena itu kita dukung penuh sekolah ini untuk bisa maju dan bisa mandiri kedepannya. Kita berharap lulusan SMK kompetitif dalam memenuhi kebutuhan pasar (tenaga kerja),” harap Ahmad Syaifudi. (lh)