Home / Metro Palangka Raya / Pemprov Kalteng

Rabu, 24 Maret 2021 - 15:32 WIB

Wow! Sepekan, Kasus Positif Covid-19 Kalteng Capai 230 Kasus

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19, H. Darliansyah. Foto : Ra

Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19, H. Darliansyah. Foto : Ra

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di Wilayah Kalteng, yang telah dimulai pada 23 Maret dan berakhir pada 4 April 2021 mendatang, Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng, H. Darliansyah menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kalteng.

Hingga tanggal 23 Maret 2021, jumlah konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 16.255 kasus atau sekitar 1,10 persen dari jumlah nasional. Jumlah dalam perawatan sebanyak 1.780 orang atau 10,95 persen dari jumlah konfirmasi, lebih tinggi dari Nasional yang berada pada angka 8,59 persen.

“Sementara untuk jumlah yang sembuh sebanyak 14.063 orang atau 86,51 persen dari jumlah konfirmasi, lebih rendah dari Nasional yang berada pada angka 88,70 persen. Untuk jumlah kematian sebanyak 412 orang atau 2,53 persen dari jumlah konfirmasi, lebih rendah dari Nasional yang berada pada angka 2,71 persen,” katanya, Rabu (24/3/21).

Dikatakannya, tren kasus positif Covid-19 di Kalteng dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan sebanyak 230 kasus atau 14,8 persen, menjadi 1.780 kasus, dari yang sebelumnya pada tanggal 17 Maret 2021 sebanyak 1.550 kasus.

Baca Juga :  Ketua DAD Kalteng Persunting Putri Pariwisata

Dari data tersebut, sebanyak 9 Kabupaten/Kota mengalami peningkatan kasus positif Covid-19, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Kotawaringin Timur, Barito Timur, Gunung Mas, Pulang Pisau, Katingan, Sukamara dan Barito Utara. Sedangkan lima kabupaten lainnya mengalami penurunan kasus positif Covid-19, yakni Kabupaten Kotawaringin Barat, Murung Raya, Barito Selatan, Seruyan dan Lamandau.

“Untuk kasus positif Covid-19, terdapat pada 77 kecamatan atau 56,6 persen dari jumlah kecamatan se-Kalteng, jika dipetakan pada tingkat Desa dan Kelurahan, maka kasus positif Covid-19 terdapat pada 192 Desa/Kelurahan atau 12,2 persen dari jumlah Desa/Kelurahan se-Kalteng,” ucapnya.

Kemudian, dari 1.205 tempat tidur yang tersedia di 28 Rumah Sakit yang menangani Covid-19 di Kalteng. Jumlah tempat tidur yang sudah terpakai sebanyak 617 tempat tidur atau sebanyak 51,2 persen. Jumlah yang dirawat di rumah sakit sebanyak 34,7 persen. Sedangkan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.163 orang atau sekitar 65,3 persen.

Baca Juga :  Pesta Miras di Warung Remang-remang Dibubarkan Polisi

Untuk itu, sambung Darliansyah, Satgas Kabupaten/Kota saat ini terus memetakan hingga ke tingkat terkecil, yakni RW/RT agar pengendalian semakin fokus. Dengan PPKM berskala Mikro serta pembentukan Posko Desa dan Kelurahan yang akan melaksanakan fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan Covid-19 diharapkan pengendalian bisa lebih optimal.

“Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia (RI) menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM berskala Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Instruksi Mendagri Nomor 6 Tahun 2021 tersebut, ditindak lanjuti dengan Instruksi Gubernur Kalteng, Nomor 180.17/24/2021 tanggal 19 Maret 2021, tentang PPKM berskala Mikro dan Pelaksanaan Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa dan Kelurahan di Wilayah Kalteng,” pungkasnya. (Ra)

Share :

Baca Juga

DPRD Kota

Pembangunan Infrastruktur Diharapkan Berjangka Panjang

DPRD Kota

Siswa Diminta Jaga Kondisi Kesehatan Jelang Ujian

DPRD Kota

Pelatihan Tenaga Kerja Perlu Diawasi

Metro Palangka Raya

Era Gubernur Sugianto, Sektor Pendidikan dan Kesehatan Begitu Diperhatikan

Metro Palangka Raya

Menteri LHK RI Melayat ke Rumah Duka Korban Laka Air

Gunung Mas

Pedagang Ikan Mendadak Tewas di Gunung Mas

Metro Palangka Raya

Diduga Stres Berat Penyebab Dwi Nekat Akhir Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Metro Palangka Raya

Palangka Raya Mulai Diselimuti Kabut Asap
error: Content is protected !!